11 Siswa Miskin Jateng Raih Beasiswa dari Kampus Top di Batam

11 Siswa Miskin Jateng Raih Beasiswa dari Kampus Top di Batam

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 04 Sep 2012 13:20 WIB
Semarang - Imam Agus Ansori (19) anak seorang buruh tani ini tidak menyangka jika dirinya memperoleh beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Universitas Internasional Batam (UIB). Ia dan 10 remaja dari Jawa Tengah lainnya memperoleh kesempatan tersebut belajar tanpa dipungut biaya.

Dengan mengenakan batik dilapisi jaket biru lusuh, ayah Imam, Amin nampak bangga memandangi anaknya yang duduk di ruang rapat lantai empat gedung Gubernuran Jawa Tengah. Buruh tani tersebut tidak pernah menduga bisa menyaksikan anaknya menempa pendidikan tinggi.

"Sama sekali tidak menyangka. Saya sebagai orang desa hanya bisa berterima kasih kepada yang memberi beasiswa, semoga anak saya bisa menjadi anak berguna," kata Amin di gedung Gubernuran Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (4/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imam yang sebelumnya bersekolah di SMA Al Ghozali, Blora mengaku kaget ketika kepala sekolahnya tiba-tiba menawarkan beasiswa ke UIB. Ia pun tidak menolak kesempatan tersebut dan bertekad untuk menimba ilmu di Batam.

"Senang walaupun tempatnya jauh. Tapi demi masa depan tidak apa-apa. Ingin masuk Teknik Sipil dan kerja di pemerintahan," aku Imam.

Sementara itu Rektor UIB, Handoko Karjantoro mengatakan program beasiswa yang baru pertama diberikan ini memang sengaja disalurkan kepada siswa-siswi di Jawa Tengah.

"Di Jateng banyak sekali anak baik yang kurang beruntung secara finansial. Maka program ini untuk mengentaskan sebagian dari mereka agar lepas dari kemskinan dan keterbelakangan," katanya.

Ke-11 penerima beasiswa UIB nantinya akan tinggal di rumah kos yang sudah disiapkan. Mereka akan menerima bantuan berupa biaya kuliah, namun untuk memenuhi biaya hidup, mereka itu akan bekerja di berbagai perusahaan.

"Akan kami carikan perusahaan yang mau menampung mereka. Untuk dua bulan pertama mereka akan bekerja di universitas bagian administrasi," kata Handoko.

"Sekaligus mendidik agar mandiri. Jika nanti belum bekerja maka kami akan meminjami uang dulu," timpal Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIB, Hepy Hefri Ariyanto.

Perwakilan Bagian Kesra Jateng, Edy Soesanto menambahkan, pemprov hanya memberikan fasilitas dan apresiasi. Ia pun berharap program tersebut bisa mengentaskan kemiskinan.

"Pemrov memberikan fasilitas dan apresiasi. Ada alokasi Bansos tetapi kecil," imbuh Edy.

Muda-mudi yang berlatar belakang pekerjaaan orang tua sebagai petani dan nelayan itu akan diberangkatkan ke Batam besok Rabu (5/9/2012). Mereka rata-rata tidak menyiapkan bawaan khusus dan hanya membawa pakaian ganti secukupnya.

"Bawaannya sederhana, baju secukupnya," tutup Imam.

Berdasarkan informasi, Universitas Internasional Batam (UIB) dikenal sebagai salah satu kampus paling top di Batam. Kampus ini menjalin hubungan dengan perusahaan besar, baik dalam hal kegiatan maupun distribusi alumnus. Sebagian besar mahasiswa berstatus pekerja di perusahaan dan instansi pemerintahan.

(alg/trw)


Berita Terkait