SBY-Hillary Bahas Krisis Suriah & Nuklir Iran

SBY-Hillary Bahas Krisis Suriah & Nuklir Iran

- detikNews
Selasa, 04 Sep 2012 12:29 WIB
SBY-Hillary Bahas Krisis Suriah & Nuklir Iran
Jakarta - Indonesia mendesak AS selaku pemegang hak veto, mendorong DK PBB mengirim pasukan ke Surian untuk menghentikan konflik di Suriah. Meski bukan itu prioritas AS, tapi dua negara ada kesamaan pandangan.

"Jadi perbedaannya tidak setajam yang digambarkan. Tidak kontras begitu," jawab Menlu Marty Natalegawa ditanya tentang beda perbedaan pandangan antara AS dan RI di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/9/2012)..

Indonesia berulang kali mendesak DK PBB menyamakan pandangan dan segera kirim pasukan untuk menghentikan perang saudara di Suriah. Masalah siapa yang harus menggantikan Asaad sebagai presiden, adalah isu yang dapat dikerjakan kemudian setelah baku tembak dihentikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya bagi AS yang adalah pemegang hak veto di DK PBB, justru memprioritaskan transisi politik, yaitu siapa yang tepat menggantikan Asaad menjadi presiden baru.

"Memang yang harus diciptakan adalah pengakhiran konflik, namun ada pemahaman bersama kondisi politik itu ada prosesnya sendiri dan memerlukan tanggung jawab dari rakyat Suriah. Intinya adalah, akhiri konflik dan membuat kondisi kondusif di Suriah," jelas Marty.

Isu lain di Timur Tengah yang juga disinggung adalah pengembangan nuklir Iran. Selama ini AS menentangnya dan menuding bila fasilitas nuklir di Iran membangun senjata yang mematikan.

"Kami tegaskan pengembangan nuklir untuk maksud damai, adalah sesuatu yang patut dihargai dan dihormati. Namun juga Iran perlu mematuhi segala kewajibannya membuktikan itu bukan untuk senjata nuklir," papar Marty.

(lh/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads