Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Truk yang terbalik itu tengah mengangkut 19 personel Brimob dari Detasemen B yang bermarkas di Kota Tebing Tinggi, menuju Kabupaten Tapanuli Selatan. Rencananya pasukan ini akan melakukan pengamanan di daerah tersebut.
Saat melintas di kawasan Desa Parsingkaman, Kecamatan Adian Koting, Taput, yang kondisi jalannya menurun dan berkelok, tiba-tiba kemudi yang dipegang Brigadir Arman tak bisa dikendalikan. Rem tidak berfungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada empat truk yang berangkat ke Tapanuli Selatan itu, hanya satu truk ini yang kecelakaan. Penyebabnya kondisi truk yang setir kiri, ini kan truk luar ya, kemudian jalan yang berbelok dan menurun. Jadi itu kemungkinannya," kata Kepala Satuan Brimob Daerah Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Setyo Boedi Moempoeni Harso kepada wartawan Senin (3/9/2012) malam.
Akibat kecelakaan ini, ada lima personel yang terluka. Seluruhnya berpangkat bintara. Para korban sempat dibawa ke klinik setempat untuk mendapat perawatan, namun satu orang akhirnya dikirim ke Medan karena lukanya tergolong berat.
"Karena benturan di kepala, jadi cukup serius yang satu orang. Selebihnya luka lecet. Segera pulih," kata Setyo Boedi.
Truk jenis Mercedes nomor polisi 15210-II itu sudah dievakuasi dari lokasi, dan sekarang berada di polsek setempat. Sementara rencana operasi pengamanan ke Tapanuli Selatan tetap berlangsung sesuai jadwal. Tiga truk lainnya tetap menuju lokasi target pengamanan.
(rul/mok)











































