"Sebelumnya aku minta maaf apabila dalam keseharianku punya salah sama Bapak. Dan aku juga minta enggak bisa bantu Bapak di rumah lagi. Aku sangat berterima kasih sama Bapak," tulis Muchsin dalam buku seperti yang ditunjukkan ayahnya, di kediamannya di Batu Ampar, Jaktim, Senin (3/9/2012). Ucapan salam mengawali wasiat itu.
Dalam buku tulis itu juga tersimpan coretan-coretan tangan dalam tulisan sambung. Tak jelas kata-kata yang ditulis pria 19 tahun yang pernah mondok di Pesantren Ngruki, Solo itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku tak tahu mengapa Muslim menuliskan kata-kata itu. Dia juga tak punya firasat anaknya bakal ikut dalam kelompok yang melakukan kekerasan di Solo.
Muchsin pada lebaran lalu masih di Jakarta. Baru pada 26 Agustus, Muslim mengantarkan anaknya ke terminal Pulogadung, Jaktim untuk kembali ke Solo.
"Dia mengaku ada temannya punya yayasan dan ada lahan untuk mengolah ikan," terang Muslim yang berpenampilan biasa ini.
(edo/ndr)











































