"Rencana besar ingin ledakan secara simultan, Solo, Poso, dan Jakarta. Karena Jakarta lebih ketat, Solo yang punya kesempatan untuk diledakan," kata Ansyaad saat ditemui di kantornya, Senin (3/9/2012).
"Kalau bisa memungkinkan Bali," imbuh Ansyaad, seraya menambakan indikasi ancaman itu terlihat dari penangkapan lima pelaku teror sebelumnya beberapa bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari laporan intelijen, dia juga yang memasukan senjata selepas Abu Omar mendekan di penjara. Dia juga eksekutor," terangnya.
Menurut Ansyaad, terungkapnya jaringan teror Solo ini bukan berarti pengejaran pelaku teror berhenti. Masih ada beberapa pelaku lainnya yang masih terus dikejar.
"Di belakang mereka ada beberapa orang. Itu yang masih kita kejar," beber Ansyaad.
(ahy/mok)











































