Menurut salah satu tersangka, Makhfud, aksi sadisnya dipicu oleh rasa dendam. Namun dendamnya tersebut sebenarnya ditujukan kepada Vika yang saat kejadian sedang bersama korban. Makhfud mengaku dendam kepada Vika karena pernah menjebak temannya hingga masuk penjara.
"Sakit hati dengan Vika karena pernah menjebak teman saya ke polisi. Vika merampas HP tapi teman saya yang tertangkap," katanya di Mapolsek Semarang Barat, Senin (3/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu adik saya, Heri, dipenjara pun Vika tetap tidak kelihatan untuk menjenguk," pungkas Andi.
Peristiwa terjadi hari Minggu kemarin sekitar pukul 00.15 WIB. Saat itu korban dan temannya, Vika sedang berada di lokasi yaitu di Jl Soeratmo tepatnya di depan gerbang PT Brilian Keramik nomor 26-28. Namun tiba-tiba dua pelaku menghampiri mereka dengan membawa parang sepanjang 50 cm dan sebilah celurit.
Melihat pelaku yang membawa senjata tajam, korban dan temannya lari terbirit-birit. Adegan kejar-kejaran pun terjadi, satu pelaku mengejar satu orang. Vika sempat berduel dengan pelaku, Andi hingga mendapat beberapa luka sabetan. Namun setelah berlari agak jauh, Andi meninggalkan Vika dan menghampiri Triyanto lalu mengeroyoknya menggunakan senjata tajam hingga tewas.
Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku melarikan diri karena kondisi korban yang mengenaskan bersimbah darah. Vika dan warga yang melihat aksi sadis itu langsung menghampiri korban yang sudah tewas. Setelah kejadian, korban dievakuasi ke RS Kariadi untuk dilakukan autopsi.
Kasat Binmas, AKBP I Nengah WD mengatakan, aksi tersangka tergolong sadis karena luka yang diderita korban cukup parah. "Tergolong sadis karena luka yang ada pada korban termasuk parah. Lukanya berada di tengkuk, kepala, dada kiri dan kanan. Luka juga terdapat di bagian tubuh lainnya," jelasnya.
(alg/trw)










































