Polisi telah melakukan pengambilan sample DNA terhadap Farhan, satu dari terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dalam penggerebekan di Solo, Kamis (30/8) pekan lalu.
"DNA sudah dilakukan kemarin. Untuk sementara satu keluarga korban sudah diambil sample. Fn keluarganya sudah diambil sampelnya," kata Kabagpenum Polri, Kombes Agus Rianto, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (3/9).
Guna mengetahui kecocokan hasil tes DNA, Agus melanjutkan, membutuhkan waktu dua sampai tiga hari ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita punya waktu tujuh kali 24 jam untuk proses pendalaman," beber Agus.
Mengenai adanya pemukulan terhadap mertua terduga teroris B, Agus menuturkan pihaknya siap untuk menerima laporan terkait aksi Densus 88 yang menghajar mertua B.
"Kalau misalnya ada keluarga yang keberatan kita siap menerima laporan itu," kata Agus.
"Teman-teman kami (Densus 88) menghadapi antara dua, kalau kita yang tidak menjadi korban ada orag lain," elak Agus.
(ahy/)











































