"Bila kita menangkap pelaku, kita harus siap menghadapi aksi teror lainnya. Jadi bukan berarti sudah selesai masalah, aksi membalas pasti ada," kata KaBIN Marciano Norman di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Menurut dia, aksi balas dendam itu biasa dilakukan anggota jaringan atau pihak yang bersimpati kepada kelompok teroris. Biasanya lokasi yang dipilih adalah kota-kota besar sebab lebih mudah mendapatkan perhatian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marciano mengatakan Polri sudah bersiaga, intelijen terus tingkatkan deteksi dini dan TNI siap buat memberikan bantuan kapan saja dibutuhkan.
Di sisi lain, lanjut dia, peran masyarakat tidak kalah penting.
"Setiap kejanggalan seseorang yang dicurigai membawa bahan peledak atau perilaku bersenjata. Hal seperti itu harus dilaporkan," jelas Norman.
"Yang penting masyarakat jangan ketakutan, jangan terintimidasi tetapi bukan berarti juga mereka lengah. Tokoh dan ulama harus juga ingatkan umatnya agar tidak terhasut dan berikan pemahaman yang benar tentang jihad," kata mantan Danpaspamres ini.
(lh/aan)











































