Apes, Polisi Anti Teroris Tertembak Saat Latihan
Selasa, 31 Agu 2004 19:01 WIB
Semarang - Yang namanya latihan, bisa saja salah. Tapi kalau kesalahan itu mengakibatkan luka parah, itu namanya apes. Seperti yang dialami Brigadir Yudianto (27). Anggota Reserse Polwiltabes Semarang ini tertembak saat latihan anti teroris.Insiden itu terjadi ketika 100 anggota polisi se-Jateng sedang memperagakan latihan menembak benda bergerak di Akpol Semarang, Jl Sultan Agung, Selasa (31/08/2004) sore. Saat tu, Yudianto berada di atas motor trail dengan pemegang sepucuk pistol revolver berukuran 9 milimeter.Entah bagaimana prosesnya, ketika hendak dicabut tiba-tiba saja pistol sudah meledak duluan. Akibatnya, paha kanan Yudianto terluka parah. Tempurung lututnya tertembus peluru. Seketika itu juga, ia dibawa ke RS Bhayangkara Semarang.Kasatserse Polwiltabes Semarang Kompol Wagisan saat ditemui di RS Bayangkara mengatakan, Yudi tertembak karena keteledoranya sendiri. Pistol revolver yang digunakannya, tanpa sengaja tiba-tiba meletus dan mengenai luka paha kanan."Itu hanya insiden. Dia tertembak. Dari kronologinya kan bisa diketahui. Dia naik motor sambil memegang sepucuk pistol revolver dan tiba-tiba meletus tanpa disengaja," terang Wagisan.Saat ini Yudianto berada di ruang ICU RS Bayangkara Semarang, Jl. Majapahit. Ia tergeletak tak berdaya dan ditunggui beberapa temannya. Rencananya, dia akan dioperasi.Beberapa wartawan saat meliput di RS Bayangkara langsung diusir oleh beberapa anggota Resmob Polda Jateng yang berjaga-jaga di sekitar Rumah Sakit. Ada kesan beberapa instruktur tembak dari Polda Jateng, menutup-nutupi kejadian penembakan yang menimpa Yudianto."Mas-mbak, silakan keluar. Jangan mengganggu anggota yang masih dioperasi. Silakan, Anda tunggu saja diluar. Biar tertib dan tidak apa-apa," kata dua orang dengan berbaju provost.Di Akpol, latihan tembak anti teroris itu digelar sejak 1 Agustus 2004 lalu itu dengan diikuti jajaran anggota Polda Jateng terpilih. Tempat-tempat yang sudah pernah dijadikan latihan, antara lain, Simongan Semarang dan Tawangmangu Karanganyar. Mereka dilatih oleh 40 instruktur dari Polda Jateng yang memiliki keahlian berbeda-beda.
(asy/)











































