KPK Sulit Pilah Harta Pribadi Hasyim dengan Harta Ponpes

KPK Sulit Pilah Harta Pribadi Hasyim dengan Harta Ponpes

- detikNews
Selasa, 31 Agu 2004 17:20 WIB
Jakarta - Cawapres Hasyim Muzadi, Selasa sore (31/8/2004) memenuhi undangan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk mengklarifikasi laporan kekayaannya. KPK tak menemukan kejanggalan karena sulit untuk membedakan mana harta pribadi dan mana harta pesantren.Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas yang juga ketua Tim Pemeriksa Kekayaan Pejabat Negara Cawapres Hasyim Muzadi di KPK, Jl.Veteran II, Jakpus."Masalah yang ditemukan dari Pak Hasyim karena beliau adalah kiai kondang, jadi sulit untuk memisahkan mana harta pribadi dan mana harta pesantren. Sampai sekarang belum ada masalah," kata Erry.Hasyim datang ke KPK pada pukul 15.20 WIB dan usai mengklarifikasi pukul 15.50 WIB. Dia mengenakan kemeja batik kuning. Sebelumnya, Capres SBY juga telah memenuhi undangan KPK untuk diklarifikasi."Kedatangan saya ke sini untuk menaati hukum. Siapa pun capres dan cawapres, harus mengklarifikasi laporan kekayaannya. Kepentingan yang kedua saya datang ke sini adalah untuk mendukung KPK dalam menjalankan tugasnya secara efektif dalam menangani korupsi," kata Hasyim.Hasyim menyatakan, dia serius dalam menangani korupsi. "Di mana pun saya berada, baik dalam posisi birokrasi maupun di luar, saya menekankan itu. Karena tidak cukup pemberantasan korupsi hanya ditangani KPK, tapi harus ada kebersamaan dari semua komponen lainnya," urainya.KoreksiHasyim menerangkan, dalam laporan kekayaannya, ada beberapa koreksi yang telah dilakukan. Laporan pertama kekayaannya sebesar Rp 7.234.294.500. Tapi setelah diklarifikasi, ternyata Rp 7.696.883.500. Jadi ada koreksi sekitar Rp 462.599.000.Hal itu disebabkan pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikam ini mempunyai rumah di wilayah Bintaro Sektor IX Jl.Melio II Blok IX yang pada pemeriksaan pertama baru dihitung tanahnya. Tapi sekarang sudah terjual dan laku sekitar Rp 400 juta."Saya juga memiliki tanah sekitar 500 meter persegi di Malang. Ada Rp 10 juta dari rekening anak saya, juga dimasukkan. Bagaimana perhitungan bisa begitu besar, karena pesantren di Malang tanahnya atas nama saya, walau secara agama telah dihibahkan ke pesantren.Tapi secara hukum masih berada di tangan saya," urainya.Begitu juga pesantren di Desa Kukusan, Depok, di belakang kampus UI, itu pun nama lahannya atas nama Hasyim. Dikatakannya, tanah itu dibeli sekitar Rp 220 ribu per meter persegi dengan luas 1,2 hektar yang dibayar secara angsuran dari dana sumbangan sejak 2003."Sekakang ini baru berdiri masjid, belum berdiri pesantren dan rumah saya. Dan ini belum ada perpindahan hak saya ke pesantren," kata pasangan Megawati ini. Namun menurut Hasyim Muzadi, pesantren yang dimilikinya ada dua, yaitu Al Hikam I dan Al Hikam II yang berada di Jakarta dan Malang. Sedangkan pesantren lainnya dipimpin teman-temannya.Ditanya apakah kedatangannya kali ini untuk menyaingi SBY yang lebih dulu datang, Hasyim menyangkalnya. "Tapi saya ini menuruti panggilan KPK. Saya diminta datang jam segini, hari ini, ya saya datang. Alhamdulillah saya datang," demikian Hasyim. (nrl/)


Berita Terkait