Jalan Berliku Bantuan Relawan Indonesia untuk Pengungsi Rohingya

Jalan Berliku Bantuan Relawan Indonesia untuk Pengungsi Rohingya

M Rizki Maulana - detikNews
Senin, 03 Sep 2012 05:06 WIB
Jalan Berliku Bantuan Relawan Indonesia untuk Pengungsi Rohingya
foto: ACT
Jakarta - Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Doody CHP telah berhasil memberikan bantuan yang ia bawa dari tanah air kepada para pengungsi etnis Rohingya di Sitwee, Myanmar. Namun, siapa yang menyangka, Doddy harus menempuh jalan berliku untuk memberikan bantuan yang bernilai hampir Rp 4,5 miliar ini kepada para pengungsi.

"Bantuan kepada para pengungsi sempat tidak bisa diberikan langsung. Setelah bantuan yang saya bawa tertahan tidak boleh masuk. Pada awalnya kami hanya dapat memberikan bantuan melalui institusi kemanusiaan yang berada di Myanmar," kata perwakilan ACT yang ditugaskan untuk memberikan bantuan, Doddy CHP, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (3/9/2012).

Doddy menambahkan, kesulitan yang ditemui pihaknya di lapangan adalah bagaiman meyakinkan kepada pemerintah Myanmar untuk memasukkan bantuan. Selain itu situasi konflik yang tak kunjung usai menyebabkan beberapa organisasi kemanusiaan lain masih menahan bantuan yang mereka punyai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama di Thailand saya bertemu dengan sejumlah tokoh muslim Thailand. Dari pertemuan-pertemuan yang dilakukan, saya menangkap antusiasme kemanusiaan. Umumnya mereka ingin memberi atensi kepada Rohingya," ucapnya.

Akhirnya dengan bantuan banyak pihak, Doddy akhirnya bisa memberikan bantuan langsung kepada para pengungsi Rohingya. Bantuan tersebut akhirnya bisa diberikan pada tanggal (2/9). Tidak hanya memberikan bantuan, ACT juga diperbolehkan untuk membangun kantor perwakilan sementara (site office) agar pemberian bantuan bisa berjalan dengan lancar.

"Kami mendapat banyak bantuan dalam rencana kami untuk memberikan bantuan, termasuk Chief Minister Rakhine. Karena dukungan itu pula, ACT bisa memberikan bantuan pangan, sesuatu yang amat diperlukan saat ini oleh Muslim Rohingya. Kami memperoleh izin membangun shelter, sanitasi, air bersih dan kegiatan lainnya," tutupnya.

(riz/van)


Berita Terkait