"Relawan ACT, Doddy CHP, setelah menempuh perjalanan berliku dari Kuala Lumpur ke Thailand, akhirnya masuk Myanmar. Pada (2/9), berhasil menyerahkan bantuan pangan yang amat dinanti muslim Rohingya," ujar Kepala Humas ACT, Feri Kuntoro, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (3/9/2012).
Menurut Feri, ACT memberikan beberapa bentuk bantuan kepada para pengungsi terutama bantuan pangan dan fasilitas penunjang lain yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi. Menurutnya saat ini yang dilakukan oleh ACT adalah berusaha membangun kantor perwakilan sementara (site office) agar pemberian bantuan bisa berjalan dengan lancar.
"Kami mendapat banyak bantuan dalam rencana kami untuk memberikan bantuan, termasuk Chief Minister Rakhine. Karena dukungan itu pula, ACT bisa memberikan bantuan pangan, sesuatu yang amat diperlukan saat ini oleh Muslim Rohingya. Kami memperoleh izin membangun shelter, sanitasi, air bersih dan kegiatan lainnya," ucapnya.
ACT menyatakan bahwa pihaknya sadar, isu yang terjadi di Rohingya bukan merupakan masalah yang sederhana. Untuk penyelesaian masalah yang berkaitan dengan etnis ini memang diperlukan upaya untuk menjalin relasi dengan titik-titik krusial keberadaan Rohingya yang masif, yaitu Bangklades, Thailand dan Malaysia, selain Myanmar sendiri.
"Maka, diharapkan wujud bantuan berikutnya, memang tak sekadar pangan, sandang dan medis. Advokasi menuju ikhtiar memanusiakan Rohingya, menjadi isu penting dunia yang akan terus digelorakan bersama semua bangsa humanis," tutupnya.
(riz/van)











































