Pengerebekan berlangsung, Jumat (31/8) malam. Tanpa banyak cakap, aparat melakukan aksi cepat setelah sebagian dari mereka mendobrak pintu rumah mertua Bayu Setiono di Dusun Tempel, Desa Bulorejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar.
"Saya dan suami masih ada di kamar ketika mendengar ada keributan. Bapak teriak-teriak kesakitan. Kami kira ada rampok. Tak lama kemudian kamar kami didobrak," ujar Rini, istri Bayu Setiono, Minggu (2/9/2012).
"Suami saya lalu ditangkap, diborgol, dan dibawa pergi. Saat itu saya lihat Bapak saya diborgol dan wajahnya babak belur," imbuhnya.
Bayu Setiono, lelaki 24 tahun itu diseret dari kamar, ditembak salah satu kakinya, lalu dibawa pergi. Pada saat hampir bersamaan, aparat juga menembak mati terduga teroris, F dan M, di Tipes, Solo.
Dalam penggerebekan itu, Bripda Suherman ikut jadi korban. Ia meninggal setelah tertembak di bagian perut. Hari ini, anggota Densus 88 itu dimakamkan di Pinrang, Sulsel.
(mbr/trw)











































