Kebakaran Hutan Gunung Agung Bali Sulit Dipadamkan

Kebakaran Hutan Gunung Agung Bali Sulit Dipadamkan

- detikNews
Minggu, 02 Sep 2012 04:07 WIB
Jakarta -

Meski 300 personil tim gabungan sudah dikerahkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran hutan di kawasan Gunung Agung, Karangasem, Bali belum bisa dipadamkan. Kebakaran ini sudah terjadi sejak Jumat (31/8/2012) pukul 14.00 WITA.

Dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (1/9/2012) malam, luas hutan yang terbakar telah mencapai 160 hektar, berada di lereng utara dan timur dari Gunung Agung. Titik api bergeser ke arah timur sesuai arah angin. Posisinya di bahu gunung dengan lereng yang terjal menyebabkan pemadaman sulit dilakukan.

Sutopo menjelaskan, BPBD Bali beserta TRC Rupusdalops Bandung yang berjumlah 100 menuju lokasi kebakaran pada Sabtu (1/9) pukul 06.30 WITA. Selanjutnya dibangun posko pemantauan di Batudawa Kaja Dusun Kedampal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara pada pukul 08.00 WITA dikirimkan petugas untuk pemadaman sebanyak 86 orang yang terdiri dari BPBD Provinsi Bali, BPBD Karangasem, BPBD Badung, Tagana, SAR, PMI, Kesbanglinmas Karangasem, Koramil Abang, Kodim Karangasem, Polsek Kubu, Dinas Kehutanan, Basarnas dan Sar Karangasem, Tagana dan PMI, Polri, aparat dari Kecamatan Abang dan Kubu, serta masyarakat setempat.
Β 
Koordinasi pun dilakukan dengan BNPB untuk meminta bantuan penggunaan helicopter dan hujan buatan pada pukul 12.30 WITA, dimana tim berhasil mencapai titik api di ketinggian Β±3000 dpl pada pukul 13.30 WITA.

Upaya yang dilakukan adalah pemadaman dengan membuat parit-parit dan pembatasan dengan merambas pohon. Namun, api kembali membesar pada pukul 14.10 WITA, sehingga tim kembali turun. Kemudian, helikopter SAR bersama BPBD Karangasem melakukan pantauan udara pada pukul 15.00 WITA.

Pemboman air dengan helikopter tidak memungkinkan karena lereng yang terjal dan asap tebal sehingga membahayakan penerbangan. Upaya hujan buatan juga kurang mendukung karena tidak tersedia awan potensial, angin kencang, dan daerahnya relatif tidak luas.

(/fdn)


Berita Terkait