Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan bila tiga tersangka teroris, dua tersangka tewas, termasuk dalam kelompok garis keras. Ketiganya bukan kelompok baru dalam setiap aksi teror.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BNPT Ansyaad Mbai saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (1/9/2012). Menurut Ansyaad, meski usia dua pelaku teror tersebut terbilang remaja, mereka memiliki garis keturunan yang dikenal mengajarkan kekerasan.
"Farhan itu adalah kelompok Hisbah di Solo. Hisbah adalah sayap dari JAT (Jamaah Ansharut Tauhid), anak buah Sigit Qardhawi yang tewas dulu," jelas Ansyaad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farhan juga pernah tergabung dalam kelompok Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) pimpinan Abu Omar. Seperti diketahui, Abu Omar alias Indra Kusuma alias Andi Yunus alias Nico Salman ditangkap Juli 2011 di Jakarta. Perannya adalah menyelundupkan senjata dari Filipina selatan ke Indonesia.
"Farhan adalah anak tiri Abu Omar," ujarnya.
Ayah Farhan juga dikenal dekat dengan Abu Omar, Sartono. Ayah kandung Farhan ini bersama Zulfikar adalah pelaku yang pernah melakukan upaya pembunuhan terhadap Matori Abdul Jalil, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua MPR.
"Ayahnya itu Sartono, bersama Abu Omar yang dulu mau membunuh Matori Abdul Jalil," terang Ansyaad.
Farhan mengenyam pendidikan di pondok pesantren pimpinan Ustadz Abu Bakar Baasyir. Bukan hanya Farhan, kedua teroris yang ditangkap dan ditembak, Jumat (31/8), juga berasal dari Ngruki. "Semuanya dari Ngruki," ujarnya.
(/)











































