"Kekerasan adalah produk masyarakat, karena proses berbangsa dan bernegara tidak terjadi dengan baik atau dalam tanda kutip gagal," ujar Anang.
Anang mengatakan itu saat acara diskusi tentang kekerasan dan Komnas HAM di Sindo Radio, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu perlu dialog-dialog untuk menyelesaikan masalah," kata Anang.
Anang menambahkan, polisi bertugas untuk menjaga keamanan. Namun yang penting melakukan dialog, bertoleransi dan mawas diri.
Jumlah polisi harus disesuaikan dengan sifat masyarakatnya. Masyarakat Indonesia menganut paham demokrasi dan harus memiliki personel polisi yang banyak.
"Saat ini jumlah polisi masih sedikit," ucap Anang.
Seperti diketahui, sejumlah aksi kekerasan akhir-akhir ini semakin marak. Kasus terakhir adalah bentrokan berdarah dua kelompok di Sampang, Madura. Dua orang tewas dalam kejadian itu.
(/)











































