"Saya heran kenapa selalu dilarikan ke JAT. Polisi seharusnya cukup gentle, dalam mengidentifikasi setiap kelompok," kata Juru Bicara JAT, Sonhadi, saat dikonfirmasi, Sabtu (1/9/2012).
Menurut dia, JAT selalu jadi tertuduh ketika ada aksi terorisme. Padahal, selama ini, pihaknya selalu berusaha menghindari aksi kekerasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dua nama yang ditembak polisi hingga tewas, Sonhadi kembali memastikan bahwa itu bukan anggota JAT. "Keaggotaan kami jelas, punya member. Dari daftar kita, mereka nggak ada," imbuhnya.
Sebelumnya kontak tembak terjadi di Jalan Veteran, Solo, Jumat (31/8) malam. Seorang pengendara sepeda motor disergap petugas Densus di tengah jalan. Pengendara tersebut melawan dengan tembakan. Menurut saksi, pengendara motor tewas diberondong senjata petugas.
3 Orang tewas dalam baku tembak tersebut. 2 Orang dari pihak terduga teroris dan 1 orang petugas Densus 88 atas nama Bripda Suherman. Sedangkan 1 orang dari pihak terduga teroris berhasil diamankan.
Kepala BNPT Ansyaad Mbai mengatakan, dua terduga teroris yang tewas bernama Farhan dan Mukhsin. Keduanya diduga anggota JAT.
(mad/lh)











































