ADVERTISEMENT

Soal Penahanan Mahasiswa, YAI: Mereka yang Diskors Sering Mabuk di Kampus

- detikNews
Sabtu, 01 Sep 2012 06:23 WIB
Jakarta - Mahasiswa YAI, Beta dan Chandra, dilaporkan ke polisi oleh penyelenggara kampus dan harus meringkuk di penjara karena mempertanyakan kebijakan soal skorsing terhadap tiga temannya. YAI menyebut mahasiswa yang diskorsing, rekan Beta dan Chandra, melanggar peraturan kampus karena kerap mabuk-mabukan di dalam wilayah kampus.

Kasus ini terjadi pada 26 Juli 2012 lalu saat Beta dan Chandra mempertanyakan kebijakan kampus soal skorsing terhadap 3 temannya. Merasa tidak mendapat jawaban memuaskan, mereka pun emosi hingga memecahkan kaca pos satpam. Lalu pihak kampus melaporkan kasus ini ke kepolisian dan kedua mahasiswa itu pun dijebloskan ke penjara. Pihak orangtua telah melayangkan permintaan maaf dan siap mengganti rugi.

Namun pihak kampus YAI bergeming. Mereka mengatakan bahwa kasusnya sudah ditangani pihak kepolisian. Mereka juga beralasan bahwa laporan itu sudah tepat demi menegakkan peraturan yang sudah dibuat untuk ketertiban kampus.

Berikut penjelasan pihak pengelola kampus YAI yang disampaikan Kepala Biro Humas LPT YAI, Desy S Anas, dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Jumat (31/8/2012):

-Sesuai kebijakan dan tata tertib kampus LPT YAI, bahwa pukul 23.00 WIB pintu gerbang kampus harus ditutup, maka setiap oknum yang masih berada di area kampus wajib untuk meninggalkan area kampus kecuali yang bertugas.

-Pada 17 Juli 2012, sampai dengan pukul 23.00 WIB, terdapat beberapa oknum mahasiswa yang masih tetap berada di area kampus, antara lain Dru, Ysf, Ilhm yang meminta waktu kepada security untuk mendapatkan izin lebih lama +/- 30 menit dengan alasan merayakan wisuda salah seorang rekannya. Oleh pihak security permohonan tersebut ditolak. Selain itu security juga melihat kegiatan 'berkumpul' yang tidak baik dilakukan oleh mereka, karena tercium bau alkohol dan dicurigai adanya pemakaian narkoba.

-Karena oknum mahasiswa tersebut tetap tidak mengindahkan imbauan security, maka petugas security melaporkan hal itu kepada pihak otorita kampus. I Nyoman Surna (pelaksana otorita kampus) datang dan meminta mahasiswa untuk keluar meninggalkan kampus. Salah satu dari mereka kembali meminta waktu tambahan kepada otorita kampus hingga pukul 01.00 WIB.

-Hingga larut malam / dini hari masih ada sekitar 6 orang, diantaranya 1 orang wanita (Rn), berkumpul di kampus. Saat tiba pukul 01.00 WIB, mereka kembali meminta tambahan waktu terakhir sampai dengan pukul 02.00 WIB. Tambahan waktu ini tidak diberikan, sehingga mereka yang sudah mabuk melakukan tindakan melawan dengan ucapan-ucapan yang tidak sopan dan menantang. Sebelumnya salah satu dari mereka juga menantang dan mengatakan bahwa mereka tidak sedang mabuk dan mengajak adu lari pelaksana otorita untuk membuktikan bahwa mereka tidak mabuk. Namun, ternyata oknum mahasiswa tersebut (Ysf) tidak sanggup melanjutkan adu lari, sehingga tergeletak di trotoar dan ditemukan pihak polisi tertidur pada pukul 03.30 WIB.

-Ysf sempat dipindahkan dari tempat dia tergeletak karena mabuk dipinggir jalan supaya tidak tertabrak kendaraan lain di depan kampus. 2 oknum lainnya keluar kampus dengan berkendaraan motor dan langsung terjatuh di jalan depan gerbang kampus, karena kehilangan keseimbangan dan ternyata sedang mabuk. Untungnya tidak ada kendaraan yang melintas.

-Mengingat waktu yang sudah larut dan pihak YAI sudah tidak mentolerir keberadaan mereka didalam kampus yang mabuk-mabukan dan bertindak arogan serta dicurigai memakai narkoba maka pihak security dan otorita melakukan pengusiran paksa. Pengusiran paksa itu berakibat pada terjadinya bentrokan untuk dapat. Beberapa mahasiswa merekam melalui HP bentrokan yang akhirnya mereka upload potongan rekaman kejadian itu di YouTube.

-Setelah mereka dapat diusir keluar, pihak security dan otorita melakukan pemeriksaan sisa-sisa barang yang tertinggal saat mereka lari meninggalkan kampus. Temuan yang didapat adalah botol-botol minuman beralkohol, ganja serta satu tas milik salah satu oknum mahasiswa tersebut yang tertinggal sebagai bukti kegiatan mereka didalam kampus pada malam dini hari yang melanggar tata tertib serta tindakan melanggar peraturan tentang narkoba.

-Berdasarkan hal tersebut di atas maka pada tanggal 18 Juli 2012 dilakukan rapat koordinasi pimpinan LPT YAI yang mempelajari permasalahan di atas dan oknum-oknum mahasiswa yang terlibat pada Rabu dini ternyata memang sudah dalam pantauan pihak otorita kampus dan pimpinan fakultas serta rektorat, karena kerap kali mereka melakukan tindakan-tindakan melanggar tata tertib kampus bahkan diantara mereka telah ada yang menerima sanksi teguran atau surat peringatan karena antara lain melakukan tindakan pencurian. Kepada oknum-oknum mahasiswa tersebut pimpinan memberikan sanksi akademik yaitu sanksi skorsing dan atau surat peringatan.

-Setelah sanksi akademik tersebut dilayangkan kepada orang tua mahasiswa tersebut, oknum mahasiswa yang dikenakan sanksi melakukan tindakan penghasutan kepada mahasiswa lain (senat mahasiswa / BEM / UKM) dengan memutarbalikkan masalah dan titik berat yang disampaikan mereka adalah hasil rekaman kejadian Rabu dini hari yang menggambarkan kejadian tidak utuh dan lebih kepada hasil rekaman yang terlihat seolah olah pihak security yang melakukan tindakan anarkis terhadap mahasiswa.

-Akibat provokasi, sempat terjadi tindakan perusakan pos security dengan tindakan-tindakan lain yang mengganggu kegiatan/kelancaran di kampus A LPT YAI Jalan Diponegoro. Akhirnya pihak pimpinan mengambil langkah tegas melaporkan pada pihak berwajib oknum-oknum mahasiswa yang telah melakukan tindakan pelanggaran tata tertib dan pelanggaran pidana di Kampus YAI untuk diselesaikan secara hukum.

-Perlu disampaikan bahwa Kampus LPT YAI sejak awal 2010 mencanangkan kampus bebas narkoba dan tidak mentolerir aksi anarkis mahasiswa serta larangan menginap di kampus untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya perlu diketahui bahwa YAI sepakat untuk melakukan tindakan tegas terhadap oknum mahasiswa yang melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu kelangsungan proses belajar mengajar di kampus dan mengganggu kenyamanan masyarakat umum di sekitar kampus.

(trq/trq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT