“Yang dimaksud dengan tata kelola global adalah mekanisme pengambilan keputusan, kebijakan, atau posisi-posisi yang mempengaruhi ekonomi, politik, dan kesejahteraan rakyat pada tingkat global,” kata Boediono kepada wartawan di Teheran, Iran, Jumat (31/8/2012).
Wapres Boediono datang ke Iran untuk menghadiri KTT Non-Blok ke-XVI yang diadakan di negara itu.
Boediono mengatakan, institusi-institusi seperti PBB, IMF, Bank Dunia adalah bagian dari tata kelola global yang harus dikritisi. “Indonesia sepakat mendukung perubahan ini. Pandangan kritis ini perlu untuk perbaikan,” katanya.
Boediono ingin gerakan Non-Blok memberikan kontribusi yang lebih besar untuk perdamaian dunia. Selain itu, gerakan Non-Blok juga harus bisa mendorong kesejahteraan global yang lebih merata.
“Peran ini yang harus dilaksanakan gerakan Non-Blok,” katanya.
Boediono mengatakan, gerakan Non-Blok telah mengalami pertumbuhan yang pesat sejak pertama kali berdiri. Saat ini sudah ada 120 negara yang bergabung dalam gerakan Non-Blok.
“Untuk Itulah harus bisa mencari berbagai solusi secara damai dan memastikan masalah perbaikan dan kesejahteraan sosial menjadi isu sentral agenda global,” katanya.
(nal/tor)











































