Menurut pantauan detikcom pada Jumat (31/8/2012) pukul 17.00 WIB sekitar 30 mahasiswa dan kedua orang tua Beta dan Chandra mulai duduk ditengah jalan sambil bernyanyi lagu Halo-halo Bandung dan Darah Juang selama 5 menit. Selain itu para mahasiswa juga membawa spanduk berukuran 7x1 meter yang bertuliskan Bebaskan Chandra dan Beta Alex Hidupkan kembali Demokrasi Mahasiswa Bersatu. Akibat aksi ini, macet panjang terjadi di Jalan Diponegoro.
Selain melakukan protes, para mahasiswa melakukan longmarch menuju Polres Jakarta Pusat untuk menuntut kebebasan kedua temannya tersebut. Aksi protes ini pun dijaga oleh sekitar 20 orang petugas kepolisian dari Polres Senen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah dilakukan upaya namun ini kampus tidak ada itikad baiknya. Yang mecahin kaca sampai sekarang belum bebas, sementara yang menganiaya sudah bebas. Anak saya sudah satu bulan lebih ditahan," kata Jimy kepada wartawan di sela-sela melakukan aksinya.
Jimy juga mengatakan bahwa pada saat terjadi kekerasan di kampus anaknya sedang berada di Gunung Bromo karena anaknya merupakan pencinta alam. Namun tiba-tiba anaknya mendapat skors dari kampus.
"Tadinya nggak kena skors. Sekarang malah kena skors 2 semester. Padahal saya sudah ada itikad baik," ujarnya.
Kasus tersebut terjadi pada 26 Juli 2012 lalu saat Beta dan Chandra mempertanyakan kebijakan kampus soal skorsing terhadap 3 temannya. Merasa tidak mendapat jawaban memuaskan, mereka pun emosi hingga memecahkan kaca pos satpam. Lalu pihak kampus melaporkan kasus ini ke kepolisian dan kedua mahasiswa itu pun dijebloskan ke penjara. Pihak orangtua telah melayangkan permintaan maaf dan siap mengganti rugi.
(spt/trq)











































