Kapolri: Semua WN Tak Terkecuali Sebetulnya Berhak Memilih

Kapolri: Semua WN Tak Terkecuali Sebetulnya Berhak Memilih

- detikNews
Selasa, 31 Agu 2004 12:55 WIB
Jakarta - Menghilangkan kebiasaan memang sulit. Dulu biasa nyoblos, kini tidak. Kapolri berpendapat, sebetulnya semua warga negara tak terkecuali berhak memilih. Ngebet nyoblos nih?"Kalau tadi diangkat oleh Pak Syafi'i (Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif) bahwa polisi bisa memilih, sebetulnya ke depan, bangsa ini supaya bulat demokrasi, semua warga negara tidak terkecuali, punya hak memilih. Itu sebenarnya wacana yang dikembangkan, agar ada pembelajaran bagi bangsa ini."Demikian disampaikan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar di kantornya jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Selasa (31/8/2004). Dia menerima kunjungan sejumlah tokoh agama."Kita juga waktu pertama akan memilih langsung presiden kan was-was. Nyatanya kita sudah dewasa. Rakyat mampu berdemokrasi seperti yang kita harapkan. Tapi kan lebih baik pendewasaan bangsa ini dari semua komponen," katanya.Pernyataan Anda akan mengundang kontroversi? "Ini bukan substansi yang dibicarakan tadi, ini baru wacana," kilah Da'i.Mengenai akan ditindaklanjuti wacana tersebut atau tidak, menurut Da'i, hal itu sangat tergantung pada rakyat. "Polisi kan stake holder-nya rakyat. Nanti akan dibahas di dalam lembaga legislatif, kalau itu menarik. Kalau tidak, ya hal itu kan cuma wacana," ujarnya.Sebagai warga negara, lanjut Da'i, bisa juga melakukan komparasi dengan negara lain. Misalnya negara yang sudah maju yang menjalani demokrasi sedemikian rupa. Di mana anggota polisinya dan militernya ikut memilih."Sekarang kita kan masih ada kecurigaan. Tapi kalau dia milih, kan tidak ada kecurigaan lagi. Yang tidak boleh itu adalah menggunakan jabatan atau kewenangan untuk melakukan yang tidak netral," demikian Da'i. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini