"Sultan dan Golkar adalah dua mata pisau. Masyarakat melihat keberhasilan pembangunan di Yogya selama ini tidak terlepas dari keberhasilan Sultan sebagai kader partai Golkar," jelas Jubir Golkar Tantowi Yahya saat berbincang dengan detikcom, Jumat (31/8/2012).
Tantowi mengatakan dengan tidak bergabungnya lagi Sultan di Golkar memberikan dampak bagi partai yang pernah berkuasa pada masa Orde Baru ini. Tapi dampak itu dinilai tidak terlalu signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Golkar tak takut kehilangan suara di Yogya ketika nantinya Sultan tak lagi bergabung dengan Golkar. "Sultan adalah pemimpin rakyat Yogya sesungguhnya. Masyarakat pilih Sultan bukan karena partainya tapi faktor sejarah dan ketokohannya," tutupnya.
(mpr/nrl)











































