Pemuka Agama Dukung TNI-Polri Nyoblos pada Pemilu 2009

Pemuka Agama Dukung TNI-Polri Nyoblos pada Pemilu 2009

- detikNews
Selasa, 31 Agu 2004 12:08 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar menerima kunjungan sejumlah tokoh agama di Mabes Polri, Jl.Trunojoyo 3, Jaksel, Selasa (31/8/2004).Hadir dalam pertemuan itu Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif, PLH Ketum PBNU Masdar F.Mas'udi, Ketum Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Nathan Setiabudi Sekretaris KWI Romo Sigit Pramuji, Ketum Matakin Budi S.Tanuwibowo, Sekjen Kasi Ven Prajeavira Mahathera, dan Prajaniti Hindu Indonesia, I.B.Made Jayamarta. Mereka khusus menyampaikan gagasan kerangka kebersamaan minimal (KKM) yang telah disampaikan juga kepada para capres.Dalam pertemuan ini muncul wacana polisi dan militer ikut memilih dalam Pemilu 2009. "Ada yang menarik dalam pertemuan tadi yaitu tahun 2009 diharapkan polisi ikut memilih," kata Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif usai pertemuan.Ide ini muncul dari Dai Bachtiar? "Kebetulan ini muncul dari Pak Da'i dan kita dukung asal nanti dalam pelaksanaanya kita tetap biasa saja," sambung Syafi'i.Menurutnya, wacana itu adalah sesatu yang wajar. "Menurut saya itu bagus. Saya setuju. Sebab tahun 1955 dulu, polisi dan tentara memilih dan tidak terjadi apa-apa. Nanti kalau demokrasi sudah berjalan dengan baik, tidak ada masalah. Hal itu adalah wajar, karena polisidan tentara juga merupakan WNI," paparnya.Sementara, Ketum Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Nathan Setiabudi menyatakan, polisi dapat memilih jika masa transisi sudah selesai. "Kalau masa transisi selesai, berarti demokratisasi sudah cukup kuat unuk menampung ide yang lebih luas, termasuk kemungkinan anggota TNI/Polri ikut memilih," kata Nathan.Dalam pertemuan tadi juga disinggung masalah kentralan polisi dalam pilpres II. "Kenetralan sangat keras disinggung dan dijamin. Misalnya, dengan adanya peristwia Banyumas (VCD pro Mega-red), Kapolri sangat terbuka terhadap hal itu," urai Nathan. (nrl/)


Berita Terkait