Ospek di Bali Tanpa Plonco
Selasa, 31 Agu 2004 11:45 WIB
Denpasar - Perploncoan yang berlindung di balik istilah Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) selalu diindetikkan dengan penyambutan mahasiswa baru (maba). Tapi di Bali, tampaknya perlu ditiru kampus lain, plonco dalam Ospek adalah barang basi.Telah beberapa tahun kampus di Bali menghapus plonco dan menggelar Ospek sesuai dengan fungsinya, yaitu memberi pengenalan maba pada kehidupan kampus yang beda 180 derajat dengan dunia SMU.Di Universitas Udayana (Unud), misalnya, Ospek diberi istilah manis yaitu Gempita alias Gema Penerimaan Intelektual Muda. Gempita diisi dengan materi mengenai sistem pendidikan dan perkenalan kampus.Gempita digelar sejak 27 Agustus lalu dan berakhir hari ini, Selasa (31/8/2004) di kampus Unud, Bukit Jimbaran, Nusa Dua, Bali. Kegiatan ini diikuti 1.862 maba dari 9 fakultas dan 3 program studi."Kita tidak menerapkan sistem perploncoan terhadap mahasiswa baru. Kita tidak pernah memberikan sanksi fisik kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran. Sanksi yang diterapkan adalah mewajibkan mereka membuat resume dari materi yang telah diberikan. Memang opini orang penerimaan mahasiswa baru kental dengan sistem perploncoan, tapi kita tidak ada itu," kata Ketua Panitia Gempita, Benyamin Samangun, mahasiswa Fakultas Hukum Unud.Dari pantauan detikcom, para peserta Gempita mengenakan atribut standar. Mereka memakai topi/pet, kaos dan kartu nama. Tidak ada yang aneh-aneh seperti rambut dikepang dua, topi kerucut atau dandanan yang dibuat-buat lainnya. Sejumlah maba pria tampak gundul. Namun menurut Benyamin, itu khusus maba pria Fakultas Teknik dan disesuaikan dengan kebijakan fakultas itu.Dalam Gempita, juga tidak ada teriakan atau makian senior, hukuman push up, apalagi tendangan atau pukulan. Benar-benar damai.Ospek ala Unud digelar pukul 07.00 WITA hingga 15.00 WITA. Para mahasiswa baru melakukan sejumlah kegiatan. Pada hari pertama diisi dengan perkenalan. Hari kedua-keempat berisi pemberian materi, misalnya, wawasan organisasi, sistem pendidikan PT, demokrasi dan HAM.Materi itu diberikan dosen dan mahasiswa. Hari terakhir, perkenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang diisi dengan pertunjukan UKM oleh masing-masing pengurus UKM. Istilahnya adalah demo UKM.Usai Ospek tingkat universitas, pada 1 September nanti maba akan mengikuti acara ramah tamah di fakultas masing-masing. Biasanya acaranya diadakan di luar kampus, misalnya di perkampungan penduduk. Kegiatannya semacam KKN, ada bakti sosial, dll.Ospek damai itu juga dilakukan di kampus terbesar kedua di Bali yaitu IKIP Negeri Singaraja, Buleleng. Di kampus swasta juga tidak dikenal Ospek dengan kekerasan.
(nrl/)











































