Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Eslandia Esti Andayani pada Peringatan HUT ke-67 RI dan Halal Bihalal dengan masyarakat di Kverneviken, Stavanger, baru-baru ini.
"Budaya asing setempat yang baik-baik memang perlu ditiru, namun hendaknya juga tidak berhenti di negara asing bersangkutan, tapi tetap dipraktikkan saat kembali ke Indonesia,โ ujar Dubes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan sama, Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini yang sedang berpartisipasi dalam Konferensi Migas ONS 2012 di Stavanger, menyampaikan paparan singkat mengenai perkembangan terkini di Indonesia, khususnya rencana pembenahan kebijakan di sektor migas dan energi.
โIndonesia bukan negara kaya, namun harga BBM-nya menempati urutan ke-137 di dunia, termasuk paling murah karena subsidi. Subsidi ini diusahakan akan dikurangi di masa mendatang,โ papar Wamen ESDM.
Menurut keterangan Fungsi Pensosbud KBRI Oslo Dyah Kusumawardani, mayoritas warga Indonesia di Stavanger merupakan mahasiswa dan ekspat (pekerja terdidik, red) di bidang perminyakan. Sebagian mengenal baik Wamen ESDM sebagai mantan dosen mereka di ITB dan memanfaatkan pertemuan itu untuk beramah-tamah.
Acara yang berlangsung pada Sabtu (25/8/2012) itu dimeriahkan dengan Tari Pendet, Tari Legong Keraton, lagu daerah, lagu populer, serta Poco-poco persembahan dari panitia dan anggota masyarakat. Sebelumnya berbagai kegiatan lomba telah digelar pada hari itu dan ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang.
Rangkaian kegiatan, menurut Ketua Panitia Ricky Agus Supriyadi, diorganisir secara mandiri oleh dan untuk warga Indonesia di Stavanger.
Sementara Esther, salah satu WNI yang sudah cukup lama tinggal di Stavanger, menambahkan bahwa kepanitiaan biasanya dipegang oleh mahasiswa. Sedangkan segala keperluan untuk acara, seperti makanan dan hadiah lomba, berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia setempat.
(es/es)











































