Bersamaan dengan kegiatan tersebut, sekitar 5 ribu orangtua mahasiswa baru hadir mengikuti pertemuan dengan rektor dan dekan seluruh UGM.
"Kami ingin merajut komunikasi antara UGM dengan orangtua mahasiswa baru khususnya dalam upaya mendidik putra-putri mereka yang telah diterima kuliah di UGM," kata Rektor UGM Prof Dr Pratikno, M.Soc.Sc di Gedung Grha Sabha Pramana (GSP) di Bulaksumur, Kamis (30/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga meminta orangtua untuk bisa memantau anaknya selama kuliah di UGM. Jangan langsung dilepas. Tiap semester pasti ada laporan dari masing-masing fakultas selain juga bisa di pantau melalui dunia maya (web-red)," katanya.
Pratikno mengatakan UGM tidak hanya mendidik mahasiswa agar menguasai Iptek tapi juga menanamkan integritas moral. Mahasiswa tidak hanya belajar tapi juga perlu disiapkan agar nantinya bisa memecahkan persoalan bangsa dengan sinergi ilmu yang berbeda-beda.
Pratikno mencontohkan soal pangan. Sebagai negara agraris, Indonesia seharusnya mampu mandiri di bidang pangan. Namun kenyataannya tidak. Persoalan pangan saat ini tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi pertanian saja, tetapi juga melibatkan energi, teknologi, politik, budaya, keuangan dan hukum.
"Dengan spirit Sumpah Palapa kita membiasakan agar mereka bisa berinteraksi antar ilmu yang berbeda-beda dari berbagai fakultas," kata mantan Dekan Fisipol itu.
Bersamaan dengan acara itu, UGM juga memberikan bantuan sepeda kepada 5 orangtua mahasiswa. Sepeda tersebut akan digunakan anaknya selama kuliah. Ke-5 orang tua mahasiswa penerima sepeda adalah Marcus Susilo, orangtua dari Victor Agastya Pramudya Werdana (FK), Sumijo, orangtua dari Evi Kartika Widiaswari (Teknik Kimia), Sri Ayem, orangtua dari Nurdiyanto (Psikologi), Tri Heru Sumaryadi, orangtua dari Eko Nur Cahyo Pratomo (Kimia-MIPA) serta Suparja, orangtua dari Briyan Ahmad Suparja (Peternakan).
(bgk/trw)











































