Diduga Keracunan Tempe Mlanding, 2 Warga Boyolali Tewas

Diduga Keracunan Tempe Mlanding, 2 Warga Boyolali Tewas

- detikNews
Kamis, 30 Agu 2012 17:15 WIB
Solo - Dua warga Desa Kauman, Kemusu, Boyolali, tewas dan 4 orang lainnya harus mendapat perawatan di RS karena diduga mengonsumsi tempe mlanding, yaitu tempe yang dibuat dari biji lamtoro yang kemudian dimasak dicampur santan kelapa. Diduga, mereka keracunan makanan tersebut atau bahan tambahan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Syamsudin, memaparkan dua warga Dukuh Bawang, Desa Kauman, Kecamatan Kemusu, Boyolali, meninggal setelah mengonsumsi tempe mlanding.

Tempe tersebut dibeli Sukinah di Pasar Kemusu pada Sabtu (25/8) lalu, kemudian dimasak pada hari Senin (27/8). Selain dimasak dengan cara digoreng dicampur tepung, sebagian juga dimasak sebagai sayur dengan campuran santan kelapa. Seluruh keluarganya ikut menyantap lauk murah itu. Bahkan Sumiyatun, tetangga Sukinah, juga ikut menikmatinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah memakan, beberapa jam kemudian mereka mengalami perut mual dan muntah-muntah. Oleh pihak keluarga, Sukinah kemudian dibawa ke RS Busro di Karanggede, Boyolali. Namun nyawa perempuan 52 tahun itu tak tertolong dan meninggal pada Selasa (28/8) pukul 22.00 WIB.

Hal serupa juga dialami oleh Sumiyatun. Setelah mengalami gejala keracunan, dia juga dilarikan ke rumah sakit. Namun akhirnya perempuan 28 tahun itu pun meninggal di RS Dr Moewardi, Solo, Rabu pukul 09.00 WIB. Kedua korban saat ini telah dimakamkan di pemakaman desa setempat.

"Empat korban lainnya yaitu Kasmo, Parjo, Parno dan Maryatun, setelah mendapat perawatan medis saat ini semakin membaik. Kami masih menyelidiki penyebabnya. Dugaan sementara korban mengalami keracunan dari kelapa yang dipakai untuk memasak. Hal ini dilihat dari masa inkubasinya sekitar 4 hingga 8 jam setelah makan, bakteri coco pada kelapa berkembang dengan cepat," ujar Syamsudin, Kamis (30/8/2012).

Sementara itu, pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi. Kapolsek Kemusu, AKP Joko Wasono menyatakan para saksi yang diperiksa terdiri dari para tetangga hingga korban selamat. Sedangkan sisa barang bukti makanan bermasalah itu saat ini telah dikirim ke Labfor Semarang untuk diperiksa.

"Dari pemeriksaan sejumlah saksi, korban selamat yang ikut makan tempe tersebut merasakan rasanya pahit. Karena rasa pahit itulah, merka tidak menghabiskan makanan itu dan selanjutnya membuangnya," ujar Joko.

(mbr/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads