Pemilik Bakso Ayam Tiren di Bantul Ditangkap

Pemilik Bakso Ayam Tiren di Bantul Ditangkap

- detikNews
Kamis, 30 Agu 2012 17:02 WIB
Ilustrasi/detikcom
Bantul - Giyoto (42), pemilik usaha bakso ayam tiren, berhasil diamankan aparat Polsek Pleret, Bantul, Yogyakarta. Ia sempat lolos saat polisi menggerebek rumahnya di Dusun Pungkuran, Desa Pleret, Kecamatan Pleret.

Lelaki bertubuh pendek gemuk ini diciduk bersama Syaiful Amri(25) yang setiap harinya membantu usaha pembuatan bakso ayam tiren dan Angga Saputra (17), salah satu penyuplai bangkai ayam.

Sedangkan Mujiasih, istri Giyoto, saat ini belum diamankan karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit kanker.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepada polisi Giyoto mengaku menggunakan ayam tiren karena harga ayam segar mahal. "Awalnya pakai ayam segar tapi karena harga terus melambung saya pakai bangkai yang lebih murah," katanya di hadapan penyidik, Kamis (30/08/2012).

Menurut Giyoto, ia menggunakan ayam tiren baru setahun belakangan. Pengakuan ini berbeda dengan kesaksian pelaku lainnya, Sutiyati yang mengatakan usaha bakso tiren sudah ada sejak 1996.

Sementara itu, Kapolsek Pleret AKP Herry Suryanto menegaskan akan terus mengembangkan kasus dan memburu siapa saja yang terlibat. "Saat ini barang bukti kan masih di BPOM. Nanti setelah keluar hasilnya, kita akan intensif menindaklanjuti," ujarnya.

Menurut Herry, saat ini pihaknya sudah mengamankan 7 pelaku yakni Giyoto, Sutiyati, Sulistyo, Suratinem, Aldi dan Syaiful Amri yang semuanya masih kerabat. Sedangkan Angga Saputra adalah salah satu penyuplai bangkai ayam.

Kasus bakso ayam tiren ini terungkap setelah polisi mendapat informasi warga dan melakukan penggerebekan pada Rabu (29/8/2012) petang. Polisi mendapati ribuan bangkai ayam dan mesin penggiling daging serta puluhan karung tepung tapioka. Usaha rumahan ini beromzet sekitar 2 juta perhari.


(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads