"Konflik di Sampang memberi sinyalemen bahwa kerukunan serta keharmonisan antar umat beragama masih menjadi perkejaan rumah kita bersama," ujar ketua DPD RI, Irman Gusman, dalam peringatan hari jadi ke-67 MPR dan Hari Konstitusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Menurutnya, pada konteks itu yang terpenting konsep besarnya adalah bagaimana kita mengelola kemajemukan Indonesia di segala aspek. "Akibat dari kelalaian kita pada konstitusi, terjadi konflik yang
kerap berujung pada sengketa kewenangan yang akhirnya menjauhkan kita dari hakikat pelaksanaan konstitusi yang murni," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hubungan masyarakat dengan para penyelenggara pemerintah negara juga kurang harmonis terlihat dari rendahnya kepercayaan publik yang terpotret dari hasil lembaga survey belakangan ini," kata Irman.
"Yang dibutuhkan adalah bagaimana memaknai konstitusi dalam kehidupan sehari-hari agar memberi arti penting bagi rakyat dalam mencapai perlindungan hak, kesejahteraan, dan keadilan," tutupnya.
(bal/lh)











































