Polda Gelar Perkara Bentrokan Cengkareng yang Tewaskan 2 Orang

Polda Gelar Perkara Bentrokan Cengkareng yang Tewaskan 2 Orang

Chazizah Gusnita, Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 30 Agu 2012 11:03 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya akan mengadakan gelar perkara bentrokan Cengkareng yang melibatkan kubu John Kei dan Hercules.

Bentrokan itu menyebabkan dua orang tewas. Informasi dari sumber kepolisian, korban tewas bernama Laju Maswutu dan Sammy Laminggus. Mereka ditembak oleh anggota Subdit Tahbang Polda.

"Dua orang yang mati dari kelompok Daud Kei," ujar salah satu sumber detikcom di Kepolisian Resort Jakarta Barat, Kamis (29/9/2012). Daud Kei bergabung dengan Hercules.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu orang lainnya kritis. Sebanyak delapan orang dari kelompok Daud Kei diamankan di Polda Metro.

Kelompok Daud Kei bentrok dengan kubu John Kei yang diduga dipimpin Rais Kei. "Diduga seperti Rais Kei, tapi masih diselidiki," tuturnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan delapan orang dari kubu John Kei yang diperiksa di Polda Metro masih menunggu gelar perkara.

"Penentuan yang ditahan atau yang tidak terlibat, diadakan gelar perkara nanti sekitar pukul 11.00 WIB," ujar Rikwanto. Gelar perkara diadakan di Polda Metro Jaya. Menurutnya, korban tewas hanya satu yaitu Semi Binggo, sedangkan Lajuma kritis.

Polisi akan berjaga di lokasi bentrokan kemarin agar kekerasan itu tidak terulang kembali. "Dua kelompok tetap diamankan termasuk dengan TKP (Tempat Kejadian Perkara)," tandasnya.

Keterangan sedikit berbeda disampaikan Kasat Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan semalam. Menurutnya, korban tewas bernama Sami Binggo dan Abdul, berasal dari kubu Rais Kei. "Mereka anak buah Rais Kei," katanya.

Herry mengatakan, tindakan penembakan aparat dilakukan karena para pelaku berupaya menabrak anggota Polantas, AKP Wawan, yang berupaya mendata 10 orang pria yang berada dalam Toyota Innova warna hitam.

"Sudah dilakukan pencegatan oleh anggota lantas tetap tidak mau berhenti malah menabrak anggota lantas, lalu dilakukan tembakan peringatan tidak mau berhenti juga, dilakukan tembakan peringatan kedua tidak juga berhenti maka dilakukan tindakan tegas penembakan mobil Innova tersebut," tandasnya.

(edo/nrl)


Berita Terkait