Saat dicuri, mobil yang diperuntukkan pejabat eselon II tersebut berada di rumah pejabat eselon IV yaitu Kasubag Transportasi Bagian Rumah Tangga Pemkot Semarang, Syamsul.
Hal itu dibenarkan oleh Plt Sekda Kota Semarang, Adi Tri Hananto. Ia mengatakan pihaknya sudah mendapat laporan terkait peristiwa tersebut. Dari keterangan yang didapat, sebelum peristiwa pencurian terjadi, Syamsul ditugasi untuk membawa mobil untuk diservis. Namun kebetulan bengkel yang dituju sudah tutup.
"Karena hari Sabtunya bukan hari kerja, maka dia bermaksud mengamankan mobil dengan membawanya pulang," kata Adi saat dihubungi detikcom, Kamis (30/8/2012).
Malam harinya, pencuri mencongkel pintu rumah Syamsul di daerah Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, Semarang dan berhasil masuk ke dalam rumah. Telepon genggam dan kunci mobil beserta STNK-nya pun langsung digasak pencuri.
"HP dan kunci mobil beserta gantungannya berisi STNK yang tergeletak di meja diambil pencuri. Otomatis karena sudah ada kunci dan STNK, mobilnya pun diambil," ujar Adi.
Menanggapi hal tersebut, lanjut Adi, pihaknya langsung melaporkan peristiwa hilangnya mobdin itu ke pihak yang berwajib dan hingga kini masih dilakukan penyelidikan. Terkait dengan sanksi, akan ada mekanisme jika ditemukan adanya unsur kelalaian. Meski demikian Adi menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni musibah.
"Saya tegaskan kalau ini murni musibah," tutupnya.
Sementara itu Plt Wali Kota, Hendrar Prihadi mengatakan saat ini tim khusus sedang melakukan kajian terkait pemanfaatan mobil dinas dan akan menentukan apakah ada unsur pelanggaran dalam peristiwa tersebut.
"Mereka biar meneliti dan mencari fakta dulu. Setelah tahu hasilnya, baru bisa diputuskan apakah ada pelanggaran atau tidak," jelas Hendrar.
"Soal ganti mobil, saya pikir pihak asuransi sudah mengkover, biar nanti diurus petugasnya," imbuhnya.
Sebelumnya, masalah mobil dinas juga terjadi pada tanggal 12 Agustus lalu. Saat itu, mobil dinas Kijang Innova bernopol H 56 A milik Staf Ahli Wali Kota Semarang, Harini mengalami kecelakaan di tol Muktiharjo KM 10.9, Semarang. Mobil yang dikendarai oleh siswa SMA 9 Semarang tersebut terguling dan mengakibatkan tiga orang tewas dan empat lainnya luka-luka.
(alg/trw)











































