"Yang dibahas adalah visi post-2015 Development Agenda. Nanti dipandu oleh Deputy Secretary General, Jan Eliasson, sebab Pak Sekjen PBB sedang di Iran untuk KTT GNB," kata Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, melalui telepon, Rabu (29/8/2012).
Diskusi melalui teleconference itu dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB ini. Presiden SBY melakukan melalui situation room di Bina Grha, Jl Veteran, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dijelaskannya, peran dari panel yang terdiri sejumlah pakar dari berbagai dunia itu tak jauh berbeda dari MDGs. Yaitu mengupayakan komitmen dan aksi bersama dalam aksi penanganan kemiskinan secara berkelanjutan.
"Pelestarian lingkungan juga jadi isu penting dari agenda tersebut," jelasnya.
Sejauh ini capaian target MDGs dinilai PBB belum cukup optimal. Mengingat periodesasinya akan berakhir tiga tahun ke depan dan masalahnya yang sangat komplek, perlu sejak dini disiapkan skema konkrit untuk pembangunan kesejahteraan warga dunia.
Maka dibentuklah High Level Panel of Eminent Persons on the Post-2015 Development Agenda yang beranggotakan para ahli terpilih dari berbagai negara. Forum ini dipimpin trio Presiden SBY, PM David Cameron dan Presiden Ellen Johnson Sirleaf.
"Indonesia mewakili emerging economi, Inggris mewakili negara maju dan Liberia mewakili negara berkembang. Ketiganya ditunjuk Sekjen PBB sebab peran masing-masing secara personal diakui dunia," papar Faiz.
(lh/ndr)










































