SBY Tunggu Surat Resmi DPR Soal Darurat Komnas HAM

SBY Tunggu Surat Resmi DPR Soal Darurat Komnas HAM

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 29 Agu 2012 17:22 WIB
SBY Tunggu Surat Resmi DPR Soal Darurat Komnas HAM
Foto: Jubir Kepresidenan
Jakarta - Masa kerja komisioner Komnas HAM akan berakhir pada 30 Agustus 2012, namun Komisi III DPR belum juga melakukan fit and proper test terhadap 30 calon anggota Komnas HAM. Presiden SBY menunggu surat resmi dari DPR sebelum mengambil sikap menyangkut nasib Komnas HAM.

"Itu kan sebenarnya dikatakan akan ada surat dari DPR kepada Presiden. Saya sudah cek tidak ada surat dimaksud belum ada di meja kami. Kami belum bisa memberikan sikap maupun pandangan apa-apa,"kata Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, kepada detikcom, Rabu (29/8/2012).

Menurut Julian, Presiden akan segera mengambil keputusan setelah surat dari DPR diterima. Baik dalam bentuk Perppu maupun Keppres sesuai keperluan untuk memastikan dasar hukum Komnas HAM yang masa kerjanya akan segera habis.

"Jadi kami menunggu surat dari DPR," kata Julian.

Masa kerja komisioner Komnas HAM akan berakhir pada 30 Agustus 2012, namun Komisi III DPR belum juga melakukan fit and proper test terhadap 30 calon anggota Komnas HAM. Komisi III DPR pun melempar bola kelanjutan Komnas HAM ke Presiden.

Komisi III DPR menyadari keterlambatan fit and proper test anggota Komnas HAM bisa berdampak pada kevakuman Komnas HAM. Karena itu secepatnya Komisi III akan meminta pimpinan DPR meminta Presiden SBY segera mengeluarkan aturan memperpanjang masa kerja komisioner Komnas HAM.

"Kita serahkan kepada pimpinan DPR berkonsultasi dengan Presiden dan mengambil langkah sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tidak ada kevakuman,"kata Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika.

Komnas HAM menemui Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, pada tanggal 16 Agustus 2012 lalu untuk menyetorkan nama-nama hasil seleksi calon komisioner. Ada 30 nama calon komisioner Komnas HAM.

Berikut nama 30 calon komisioner Komnas HAM berdasarkan data yang diperoleh detikcom, Kamis (16/8/2012):

1. Ansori Sinungan, mantan PNS Kemenkum HAM

2. Ario Djatmoko, dokter

3. Bahder J. Nasution, dosen Unja Jambi

4. Bambang Budiono, Pusham Unair

5. Dede Oetomo, Gaya Nusantara

6. Dian Noes Wantari, Pusham Ubaya

7. Dianton Bach Riyadi, Agrarian Resource Center

8. Erna Ratnaningsih, YLBHI

9. Hafid Abbas, dosen UNJ

10. I Sandyawan Sumardi, Yayasan Ciliwung Merdeka

11. Kisnu Haryo, Lemhannas

12. Imdadun Rahmat, Pengurus Besar NU

13. Manager Nasution, MUI

14. Mochammad Soedioto, Kesatuan Tuna Netra Indonesia

15. Muhammad Nur Khoiron, Desantara Foundation

16. Natalius Pigai, PNS Kemenakertrans

17. Oto Nur Abdullah, Imparsial

18. Paul Serak Baut, mantan anggota DPR

19. Mindawati Perangin, Pendeta GBKP Medan

20. Roi Chatul Aswidah, Demos

21. Sandrawati Monianga, Samdhana Institut

22. Setia Adi Purwanta, PNS Manajer Pusat Pendidikan Inklusif DIY

23. Sianne Indriani, Jurnalis

24. Siti Noor Laila, Advokat

25. Suharto

26. Suma Mihadja, Konsultan HAM

27. Taufik Basari, LBH Masyarakat

28. Nur Kholis, anggota Komnas HAM

29. Tri Susilowati, dosen

30. Yosep Adi Prasetyo, anggota Komnas HAM

(van/mad)


Berita Terkait