Nama 2 Korban Meninggal Dunia Kerusuhan Sampang

Nama 2 Korban Meninggal Dunia Kerusuhan Sampang

Norma Anggara - detikNews
Rabu, 29 Agu 2012 15:57 WIB
Nama 2 Korban Meninggal Dunia Kerusuhan Sampang
Surabaya - Kerusuhan berlatar belakang agama yang terjadi di Sampang, Madura memakan korban jiwa. Perseteruan antara pengikut Syiah dan kelompok Sunni ini mengakibatkan dua nyawa melayang.

Hamamah meninggal di halaman rumahnya sendiri di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Omben, Kabupaten Sampang, Madura pada Minggu (26/8/2012). Pria 50 tahun ini meninggal dengan luka bacok di area perut dan leher.

Kemudian, hari berikutnya Husein (48) juga dinyatakan meninggal. Husein sempat dirawat di RSUD Pamekasan karena kritis usai berkelahi carok.

"Hamamah dan Husein berkelahi carok. Hamamah langsung meninggal di lokasi, Husein dinyatakan meninggal setelah dirawat di rumah sakit Senin (27/8/2012)," kata Kombes Pol Hilman Thayib, Rabu (29/8/2012).

Pria yang menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jatim ini menjelaskan, kedua korban meninggal dunia ini sama-sama mengalami luka parah akibat sabetan clurit dan parang.

Sementara itu, kerusuhan Sampang juga mengakibatkan 5 orang mengalami luka-luka. Mereka adalah Saiful, Samsul, Zainudin, Tohir dan Nyi Heni. Sebanyak 37 rumah warga pun musnah dibakar massa.

Diberitakan sebelumnya, kerusuhan massa antara pengikut Syiah dan kelompok Suni pecah di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Omben, Kabupaten Sampang, Madura pada Minggu (26/8/2012) siang kemarin. Bentrok yang menjatuhkan 2 korban tewas ini bermula dari cekcok yang terjadi antara santri pengikut Syiah dengan sekelompok Sunni.

Mobil para santri yang hendak keluar dari Sampang itu dihadang dalam perjalanannya ke Bangil. Peristiwa ini semakin memanas ketika salah seorang anggota kelompok Sunni itu terkena bom bondet yang berisi gotri. Bom itu sendiri ditanam sebagai ranjau di areal rumah para pengikut Syiah.

Sebenarnya kasus ini berawal dari masalah keluarga dan asmara. Masalah keluarga ini melibatkan Tajul Muluk dan Rois yang merupakan kakak beradik. Awalnya, kedua-duanya merupakan pengikut syiah. Namun, keduanya terlibat cinta segitiga dengan seorang perempuan. Dalam perkembangannya, Rois kemudian keluar dari syiah.Β 

"Sebenarnya kasus ini bermula dari dua orang bersaudara yang sama-sama Syiah, sama-sama ke pondok pesantren lalu sama jatuh cinta kepada seorang gadis yang sama. Sehingga yang satu menyatakan keluar dari Syiah-nya, lalu memprovokasi orang-orang yang tidak tahu apa-apa antara Syiah-Sunni," tutur Mahfud MD, tokoh Madura yang saat ini menjabat ketua MK. (bdh/mad)



Berita Terkait