Di Rumah Mooryati, Tedjowulan Dinobatkan Sebagai Raja Rakyat
Selasa, 31 Agu 2004 09:03 WIB
Solo - Pintu atau regol utama untuk bisa masuk ke Kraton Surakarta digembok rapat dan diberi palang-palang besi. Sementara itu, KGPH Kolonel TNI AD Tedjowulan pagi ini, Selasa (31/8/2004) dinobatkan sebagai PB XIII oleh ratusan pendukungnya di kediaman Mooryati Soedibyo, dengan semangat sebagai 'raja rakyat'.Pintu-pintu masuk sudah dikunci rapat sejak semalam. Dengan masih tergembok hingga pagi menjelang rencana penobatan ini maka dapat dipastikan 'perundingan' dua kubu yang digelar hingga dinihari tadi menemui jalan buntu.Pintu yang terkunci rapat adalah gapura pamurakan atau lawang gapit lor, lawang gapit kidul, lawang gapit kulon. Satu-satunya pintu besar yang bisa dilewati dan tetap terbuka hanyalah pintu timur atau dari arah Pasarkliwon. Banyak warga Kalurahan Baluwarti yang berada di dalam tembok benteng kraton, kebingungan karena tidak keluar maupun masuk rumahnya sendiri.Terlihat dua truk pengangkut kursi sewaan yang diorder oleh pihak Tedjowulan juga tidak bisa memasuki lawang gapit lor yang merupakan pintu utama masuk kraton. Kedua truk tersebut saat ini parkir di depan Pasar Klewer di depan kraton menunggu kepastian apakah diperkenankan masuk untuk menata kursi itu.Jalan lain yang bisa dilewati adalah lawang butulan yang hanya setinggi 1,5 m dan lebar 1 m, sehingga hanya pejalan kaki dan sepeda motor yang bisa melewatainya. Selain itu jalan-jalan dalam tembok kraton juga diberi palang-palang besi sehingga menyulitkan warga yang hendak sekadar mau lewat.Penjagaan di dalam maupun di luar kraton cukup ketat. Sekitar satu kompi pasukan Brimob tampak bersiaga di sekitar pagelaran kraton yang berada di luar tembok. Sedangkan di dalam kraton dan di sekitar pintu yang digembok dipadati oleh puluhan pemuda yang terus berjaga sambil memberitahu siapa pun yang lewat bahwa pintu terkunci.Sementara itu, pagi ini Tedjowulan dinobatkan sebagai raja oleh ratusan pendukungnya. Tempat penobatan adalah di kediaman Mooryati Soedibyo di Jalan Muwardi, Solo. Dengan khidmat namun dilingkupi suasana gembira mereka menyatakan bahwa Tedjowulan telah secara resmi sebagai PB XIII. Bahkan ada pula beberapa poster bergambar Tedjowulan dengan tulisan 'Raja Rakyat'.Salah seorang pendukung Tedjo mengatakan bahwa penobatan tersebut 'napak tilas' yang dilakukan oleh PB I, pendiri dinasti Paku Buwono. PB I saat itu tidak dinobatkan di Kraton yang pada waktu itu masih berada di Kartosuro. Oleh para pendukungnya dia justru dinobatkan di Semarang, baru setalah itu mengambil alih kraton dari Amangkurat Mas, merupakan keponakannya sendiri."Beliau sudah sah menjadi raja di Kraton Surakarta saat ini dengan legitimasi langsung dari rakyat. Setelah penobatan di rumah Bu Mooryati kami akan tetap mengarak Sinuhun baru ini ke kraton sesuai rencana, yaitu sekitar pukul 11.00 WIB. Apapun nanti yang terjadi, beliau harus tetap lenggah sinewaka (duduk bertahta) di kratonnya sendiri," ujar salah seorang pendukung setia Tedjowulan yang saat ini masih menjabat sebagai Asisten Personalia Kodam III/Siliwangi ini.
(nrl/)











































