Komisi III Lempar Bola Kelanjutan Komnas HAM ke Presiden

Komisi III Lempar Bola Kelanjutan Komnas HAM ke Presiden

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 29 Agu 2012 11:50 WIB
Foto: detikfoto
Jakarta - Masa kerja komisioner Komnas HAM akan berakhir pada 30 Agustus 2012, namun Komisi III DPR belum juga melakukan fit and proper test terhadap 30 calon anggota Komnas HAM. Komisi III DPR pun melempar bola kelanjutan Komnas HAM ke Presiden.

"Kita meminta untuk diperpanjang sampai komisioner baru terpilih. Bisa menggunakan Keppres atau Perpu dengan dukungan DPR," kata anggota komisi III DPR dari PD, Saan Mustopa, kepada detikcom, Rabu (29/8/2012).

Komisi III DPR menyadari keterlambatan fit and proper test anggota Komnas HAM bisa berdampak pada kevakuman Komnas HAM. Karena itu secepatnya Komisi III akan meminta pimpinan DPR meminta Presiden SBY segera mengeluarkan aturan memperpanjang masa kerja komisioner Komnas HAM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita serahkan kepada pimpinan DPR berkonsultasi dengan Presiden dan mengambil langkah sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tidak ada kevakuman,"kata Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika.

Sebelumnya Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin menilai tak mungkin lagi mengharapkan DPR menuntaskan fit and proper test anggota Komnas HAM yang masa jabatannya akan habis masa kerjanya. Presiden SBY harus mengambil keputusan penting secepatnya.

"Bila Komnas HAM tak lagi ada akibat kekosongan jabatan komisionernya, maka negara telah abai terhadap amanah konstitusi. Berakhirnya masa jabatan komisioner Komnas HAM 2007-2012 pada 30 Agustus 2012 tanpa diiringi pelantikan komisioner baru akan menyebabkan bubarnya Komnas HAM," kata Lukman kepada detikcom, Rabu (29/8/2012).

Komnas HAM menemui Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, pada tanggal 16 Agustus 2012 lalu untuk menyetorkan nama-nama hasil seleksi calon komisioner. Ada 30 nama calon komisioner Komnas HAM.

Berikut nama 30 calon komisioner Komnas HAM berdasarkan data yang diperoleh detikcom, Kamis (16/8/2012):

1. Ansori Sinungan, mantan PNS Kemenkum HAM

2. Ario Djatmoko, dokter

3. Bahder J. Nasution, dosen Unja Jambi

4. Bambang Budiono, Pusham Unair

5. Dede Oetomo, Gaya Nusantara

6. Dian Noes Wantari, Pusham Ubaya

7. Dianton Bach Riyadi, Agrarian Resource Center

8. Erna Ratnaningsih, YLBHI

9. Hafid Abbas, dosen UNJ

10. I Sandyawan Sumardi, Yayasan Ciliwung Merdeka

11. Kisnu Haryo, Lemhannas

12. Imdadun Rahmat, Pengurus Besar NU

13. Manager Nasution, MUI

14. Mochammad Soedioto, Kesatuan Tuna Netra Indonesia

15. Muhammad Nur Khoiron, Desantara Foundation

16. Natalius Pigai, PNS Kemenakertrans

17. Oto Nur Abdullah, Imparsial

18. Paul Serak Baut, mantan anggota DPR

19. Mindawati Perangin, Pendeta GBKP Medan

20. Roi Chatul Aswidah, Demos

21. Sandrawati Monianga, Samdhana Institut

22. Setia Adi Purwanta, PNS Manajer Pusat Pendidikan Inklusif DIY

23. Sianne Indriani, Jurnalis

24. Siti Noor Laila, Advokat

25. Suharto

26. Suma Mihadja, Konsultan HAM

27. Taufik Basari, LBH Masyarakat

28. Nur Kholis, anggota Komnas HAM

29. Tri Susilowati, dosen

30. Yosep Adi Prasetyo, anggota Komnas HAM

(van/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini