"Kami harus keluar ruangan, karena mulai besok pukul 16.00 WIB, kami tidak memegang mandat. Jadi kami juga tentu tidak boleh memakai fasilitas negara," jelas Komisioner Komnas HAM Yoseph Adi saat dikonfirmasi, Rabu (29/8/2012).
Bila dalam keadaan normal, yakni sudah ada anggota komisioner baru mungkin packing yang dilakukan komisioner yang biasa disapa Stanley itu wajar, tetapi kali ini agak spesial. Belum ada pengganti komisioner baru, alias pimpinan Komnas HAM akan lowong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya Kepres dikeluarkan ya minimal besok, pukul 16.00 WIB," jelasnya.
Stanley khawatir, bila Komnas HAM tidak mempunyai komisioner, lembaga itu menjadi tidak bergigi alias tak bisa melakukan kerja sesuai amanat UU.
"Jadi hanya menerima pengaduan saja. Kesekjenan hanya supporting," imbuhnya.
Yang mengkhawatirkan, dalam waktu dekat akan ada event internasional. Indonesia terancam tidak bisa mengirimkan delegasi ke Asia Pacific Regional Forum, karena yang harus mewakili pimpinan
"Sebenarnya soal ini sudah dikomunikasikan dengan pimpinan DPR Priyo Budi, ada 3 opsi yang akan diambil, memperpanjang semuanya, membentuk caretaker atau dibiarkan kosong. Diambil opsi ketiga yakni memperpanjang, tapi sampai sekarang belum ada Kepresnya," jelasnya.
(ndr/nwk)










































