"Kami juga mengimbau pemimpin agama dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif untuk menciptakan kerukunan beragama, agar tercipta toleransi," ujar Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim dalam jumpa pers di kantornya, Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2012).
Komnas HAM mengimbau masyarakat tidak terpancing informasi yang menyesatkan dalam kejadian tersebut. Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungan masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang diterima Komnas HAM dari kepolisian, lanjut Ifdhal, saat ini sudah ditangkap 7 pelaku dalam kerusuhan tersebut termasuk yang berinisal R. Komnas HAM juga akan melakukan join investigation bersama Komnas Perempuan karena diduga banyak korban dari wanita dan anak-anak.
Pada Senin kemarin, Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan, kasus kerusuhan di Sampang yang melibatkan kelompok dari Sunni dan Syiah karena dipicu masalah keluarga. Menag maupun Mendagri juga membantah bahwa bentrokan yang menewaskan 2 orang itu bukan karena masalah pertentangan faham Sunni dengan Syiah atau masalah agama.
Suryadharma menerangkan, keluarga yang mempunyai masalah hingga melibatkan kelompok lebih besar yakni dari keluarga Tajul Muluk (Syiah) dengan keluarga Rois (Sunni). Karena masalah keluarga yang berlarut-larut sejak 2004 lalu, akhirnya berkembang hingga melibatkan kelompok yang jumlahnya lebih besar.
Suryadharma menegaskan, permasalahan tersebut bukan dipicu karena beda aliran antara Sunni dengan Syiah maupun pertentangan agama. Dia meminta kepada masyarakat lainnya, untuk tidak melihat masalah ini pertikaian antara Sunni dengan Syiah.
(ega/nrl)











































