"Kementerian agama jangan memvonis siapa yang salah dalam situasi seperti ini. Menag datang ke sana jangan hanya meninjau-ninjau. Ini kan selain Kepolisian, Kemenag juga tidak cepat merespon, memberikan pembinaan. Mestinya Kemenag itu setiap ada ajaran sesat langsung dia lakukan capacity building. Kalau dibiarkan, ini pola Syiah caranya Gus Tajul ini lebih banyak ke fiqih. Kalau ke fiqih berarti syariat, kalau cara syariat ini mudah terlihat. Bayangkan salat Jumat tidak wajib," kata Wakil Sekretaris FPD DPR Achsanul Qosasi, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Menurut dia, menjadi tugas Kemenag membentengi masyarakat dari provokasi konflik vertikal dan horizontal. Karena ada anggaran khusus Kemenag soal pembinaan umat beragama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah penyerangan umat Syiah di Sampang Madura juga harus diselesaikan secara tuntas. "Ini tidak semata-mata masalah hukum setelah Gus Tajul dipenjara selesai, tidak. Ini masalah akidah, masalah fiqih, masalah hubungan antar manusia, harus dijelaskan umat Islam harus menjaga keragaman," kata anggota DPR dapil Madura ini.
Dia berharap Menag mengambil peran penting dalam hal ini. Agar konflik serupa tidak terjadi kembali.
"Jangan hanya partai dan memikirkan haji saja, pikirkan juga masalah penyuluhan kepada umat beragama. Perkembangan dunia Islam dan perkembangan umat Islam harus dia pantau," desaknya.
(van/rmd)











































