SBY Jangan Plin Plan
Selasa, 31 Agu 2004 06:04 WIB
Jakarta - Pengamat politik LIPI, Ikrar Nusa Bhakti, mengingatkan capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar berhati-hati sebelum mengeluarkan pendapat. Ikrar mencatat beberapa kali calon presiden dari partai Demokrat ini 'terpeleset' hingga terkesan SBY plin plan."Itu jualan politik sah-sah saja. Sama halnya dengan jual kehebatan. Tapi jangan sampai plin-plan. Kadang pendapatnya antagonis satu dengan yang lain. Itu menjadi problem terbesar bagi SBY," ujar Ikrar menanggapi pernyataan SBY perihal 4 alokasi kursi yang ditawarkan SBY untuk perempuan. Dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (31/8/2004) pagi, Ikrar mensoroti pernyataan yang dinyatakan SBY saat bertemu dengan umat Kristen beberapa waktu lalu. SBY dalam pertemuan itu berrjanji akan meninjau hubungan diplomatik dengan Israel. Tetapi setelah Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif dan Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin mengecam pernyataan SBY, SBY lantas meralat pernyataan tersebut."Ucapan seperti itu bisa menjadi bumerang. Dulu juga kabarnya SBY sempat mengatakan perempuan seharusnya dibelakang (laki-laki) saja. Jadi pernyataan itu harus berhati-hati," himbau Ikrar.Karena menurut Ikrar, rakyat Indonesia terdiri dari beragam kultur dan budaya. Banyak kasus-kasus sensitif yang harus ditanggapi dengan bijaksana. Bila tidak, akan menuai kecaman."Jadi dipikir secara matang dulu sebelum mengeluarkan pendapat," ingat Ikrar.
(dni/)











































