Generasi Muda NU Dukung SBY
Selasa, 31 Agu 2004 01:36 WIB
Jakarta - Mukernas Partai Kebagkitan Bangsa (PKB),hari ini, Selasa (31/8/2004), ditunggu-tunggu kedua pasangan capres Mega-Hasyim dan duet SBY-Kalla. PKB yang meraup 52 kursi dalam pemilu legislatif lalu masih dinilai signifikan bagi kedua capres yang akan bertarung 20 September mendatang.Forum Komunikasi Generasi Muda NU (FKGMNU) mendesak PKB yang dianggap sebagai satu-satunya partai warga Nahdliyin, agar bersikap tegas menentukan sikap terhadap capres mendatang. Kepemimpinan Megawati selama ini dianggap tidak mampu membawa perubahan. Kegagalan Mega ditunjukkan dengan melambungnya harga BBM, biaya pendidikan yang terus melonjak, dan penjualan aset negara yang dilakukan seenaknya oleh pejabat negara. Sedangkan SBY dan JK dianggap sebagai pasangan yang berpihak pada rakyat kecil dan tidak bercacat."Menurut FKGMNU Jakarta pasangan SBY dan Kalla memenuhi kriteria. Untuk itu pilihan terhadap SBY merupakan pilihan yang tepat," jelas Fauzan, Ketua FKGMNU dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (30/8/2004) malam.Kini kedua pasangan capres tinggal menunggu keputusan PKB. Sebelumnya PAN dan PKS sudah menentukan sikap. PAN memilih netral. PKS mendukung SBY.Mega sudah didukung oleh sejumlah parpol, seperti PDI, Partai Golkar, PPP, PDS, PBR, PNI Marhaenisme, PKPB, dan juga Partai Pelopor.Sementara SBY-Kalla baru mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat, PBB, PKPI, dan PKS. Kekuatan di parlemen jauh lebih kecil dibanding kekuatan Mega-Hasyim. Namun, bagi SBY-Kalla, kekuatan parlemen bukanlah jaminan untuk memenangkan pilpres kedua nanti, karena pilpres lebih ditentukan oleh rakyat.Namun PKB masih belum mau bereaksi. Hingga kini ketiga opsi memiliki peluang yang sama. Ketiga opsi itu adalah mendukung Mega-Hasyim, mendukung SBY-Kalla, dan bersikap netral.Bagaimana sikap akhir PKB nanti? Rapimnas hari ini akan menjawabnya.
(dni/)











































