'Perundingan' Dua Kubu di Kraton Surakarta Berjalan Alot

'Perundingan' Dua Kubu di Kraton Surakarta Berjalan Alot

- detikNews
Selasa, 31 Agu 2004 02:42 WIB
Surakarta - Hingga Selasa (31/8/2004) dinihari ini 'perundingan' dua kubu yang berseteru di Kraton Surakarta masih belum mencapai titik temu. Dengan demikian belum ada kepastian apakah penobatan KGPH Tedjowulan pukul 11.00 WIB nanti bisa digelar di Sasana Sewaka sesuai rencana.Perundingan yang diadakan di sebuah ruangan khusus di Hotel Sahid Kusuma, Jalan Sugiyopranoto, Solo, sejak Senin malam hingga dinihari belum mencapai titik temu. Pihak Hangabehi mengutus KP Satryo Hadinagoro, salah seorang menantu PB XII, untuk bertemu langsung dengan Tedjowulan yang akan dinobatkan sebagai PB XIII nanti siang.Tampak menunggu di luar ruangan perundingan itu adalah Kapolresta Surakarta, Dandim Surakarta, Kejari Surakarta. Informasi yang diterima detikcom menyebutkan materi pembicaraan menyangkut rencana penggunaan Sasana Sewaka serta pergelaran tari 'Bedaya Ketawang' sebagai kelengkapan penobatan yang hingga saat ini masih berada di kubu Hangabehi.Sekitar pukul 22.00 WIB Satryo tampak keluar dari ruang pertemuan kemudian memasuki mobilnya kembali ke Kraton. Kepada wartawan dia menolak memberikan hasil pertemuan dan hanya mengatakan akan lebih dulu memberikan hasil pertemuan ke pihak yang mengutusnya. Sekitar dua jam berikutnya dia kembali datang ke hotel untuk menemui Tedjowulan.Di tempat terpisah, tempatnya di kediaman Mooryati Soedibyo di Jalan Muwardi, Solo, tiga Pengageng Kraton Surakarta sekitar pukul 00.15 WIB mengadakan jumpa pers yang intinya memberikan penjelasan tentang rencana penobatan Tedjowulan. Ketiganya adalah Pengageng Putra Sentana, Pengageng Parentah Kraton dan Pengageng Kaputren. Namun ketiganya mengakui bahwa hingga jumpa pres belum dapat memastikan tempat penobatan."Pertemuan di Sahid Kusuma belum mencapai titik temu. Mungkin nanti sekitar pukul 03.00 WIB baru akan selesai. Harapan kami semua pihak bisa berpikir jernih demi nama baik dan kelestarian kraton ke depan," ujar Pengageng Parentah Kraton, GPH Dipokusumo.Demikian juga tentang kepastian apakah 'Bedaya Ketawang' bisa digelar dalam penobatan. Namun Dipo menjelaskan bahwa tidak ada keharusan dalam penobatan raja Kraton Surakarta harus dibarengi dengan pergelaran tarian pusaka itu. "Kita lihat hasilnya nanti. Kita lihat juga nanti, siapa yang akan berani melarang tarian sakral milik kraton itu dipergelarkan," kata dia. (dni/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads