"Intel di era reformasi tidak sama dengan intel di era orde baru. Di era orba intel juga eksekutor yang melakukan tindakan/kegiatan operasional yang boleh melakukan apa pun. Sementara di era demokrasi intel terbatas mencari, mengumpulkan, menganalisa dan menyimpulkan informasi. Kesimpulannya diberikan kepada para eksekutor pada level daerah: gubernur, bupati, walikota, kapolres, dandim untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan yang tepat," kata Hasanuddin kepada detikcom, Selasa (28/8/2012).
Menurutnya dalam kasus Sampang ada 3 kemungkinan yang terjadi. Pertama barangkali intel sudah bekerja dengan profesional dan kemudian menyampaikannya kepada eksekutor, tapi eksekutor tidak merespon dan tidak menindaklanjuti hasil temuan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasanuddin menilai sebaiknya pemerintah segera membentuk team evaluasi dari kasus ini untuk dijadikan perbaikan dalam menangani konflik-konflik yang akan datang. Tidak hanya di Sampang namun mencegah konflik vertikal dan horizontal meletus di daerah lainnya.
"Saya mengapresiasi presiden SBY dengan menurunkan menterinya ke Sampang, tapi SBY pun diminta lebih serius menangani konflik-konflik yang terjadi di daerah lainnya jangan hanya di Sampang," tandasnya.
(van/mad)











































