Jepang Boikot Pulp Asal Indonesia
Senin, 30 Agu 2004 22:55 WIB
Yogyakarta - Karena banyak menggunakan kayu curian, merusak lingkungan dengan cara menebang hutan secara liar dan menimbulkan kebakaran hutan, para importir Jepang akan memboikot produk pulp asal Indonesia.Pulp yang diboikot itu terutama milik Asia Pulp Papers (APP), anak perusahaan Sinar Mas Group. Importir Jepang awalnya akan memboikot produk APP awal September ini setelah adanya tekanan dari WWF Jepang yang menilai APP merusak lingkungan.Jepang mensinyalir limbah pengolahan kayu milik anak perusahaan Sinar Mas itu dianggap menyebabkan kerusakan lingkungan di Sungai Siak dan membeli kayuillegal/ kayu curian.Hal itu diungkapkan oleh Transtoto Handadhari, Kepala Pusat Informasi Kehutanan Dephut yang menjadi utusan Indonesia untuk berbicara di hadapan pengusaha kertas, pejabat Kementerian Ekonomi, Departemen Pertanian danKementerian Lingkungan Hidup Jepang, Federasi Asosiasi Industri Perkayuan Jepang, serta sejumlah LSM Jepang, di Hotel Hyatt Jl Palagan Tentara Pelajar Yogyakarta, Senin (30/8/2004)."Bulan September importir Jepang memang berniat memboikot terutama dari APP, tapi setelah kami berbicara pada pertemuan itu, mereka akhirnya mau menunda," katanya.Transtoto mengatakan bila Jepang benar-benar mau memboikot produk dari APP, dampaknya bisa luas. Sebab produk pulp Indonesia saat ini menguasai sekitar 20 persen dari total kebutuhan di Jepang. Sebagian besar berasal dari pulp yang dipasok oleh APP."Boikot itu sangat mungkin terjadi, tapi dampaknya bisa saja semua produk pulp kita ikut-ikutan diboikot. Jadi kami proaktif untuk menjelaskan kebijakan di Indonesia terutama soal pulp maupun APP."katanya.Sementara itu secara terpisah Sekjen Dephut Wahyudi Wardojo mengatakan belum ada permintaan secara resmi dari pemerintah Indonesia agar Jepang tidak memberlakukan boikot itu. "Persoalan ini masih dibicarakan antarperusahaan, ya APP dengan importir di Jepang," ujarnya di sela-sela pertemuan AFP kemarin.
(dni/)











































