Polisi Lacak VCD Bulan Madu
Senin, 30 Agu 2004 22:09 WIB
Bandung - Polresta Bandung Tengah masih terus melacak informasi beredarnya VCD pornoyang diduga dibuat di Bandung berjudul "Bulan Madu". Aparat kepolisian sendiri masih berusaha mencari keberadaan VCD itu di pasaran."Sampai sekarang anggota saya masih mencari bukti keping VCD itu. Kalau benar ada, mudah-mudahan segera ditemukan," tutur AKBP Masguntur Laope, Kapolresta Bandung Tengah kepada detikcom Senin (20/8/20004).AKBP Masguntur sendiri berharap, jika memang sudah ada yang menemukan atau menyimpan VCD itu bisa menginformasikannya kepada aparat kepolisian. "Agar memudahkan anggota saya melakukan penyelidikan. Apa benar kejadiannya itu di wilayah saya, atau di mana. Siapa yang melakukan, apa motifnya. Semua itu nanti akan dikembangkan kalau memang kami sudah menemukan barang buktinya," tuturnya.Seperti diberitakan detikcom sebelumnya, VCD Bandung Lautan Asmara jilid II itu memang agak sulit ditemukan. Sejumlah pedagang VCD di Bandung mengaku kesulitan untuk mendapatkannya. Aparat sendiri sejauh ini menurutnya sudah bergerak melakukan penyelidikan, begitu mendapatkan informasi itu. "Begitu ada informasi awal, kami sudah langsung melakukan pencarian. Tapi sampai sekarang ini, memang anggota saya belum menemukan VCD itu di pasaran," tambahnya. VCD Honeymoon ini memang lebih mahal dari biasanya. VCD berdurasi 45 menit dijual di pasaran seharga Rp 75 ribu. Dilihat secara fisik, VCD Honeymoon itu polos tanpa gambar. Bewarna putih, hanya ada judul dengan tinta merah, bertuliskan "Belum Ada Judul". Menurut pengakuan beberapa orang yang sudah menonton, VCD Honeymoon berdurasi 45 menit 7 detik dengan ukuran file 455 megabyte. VCD Honeymoon secara garis besar menggambarkan adegan mesra dua orang dewasa. Dari pembicaraan yang terekam, pengambilan gambar dilakukan di sebuah kamar hotel. Sang lakon laki-laki mengatakan lokasi shooting dilakukan di Hotel Greenhill, Jalan Setia Budi, Bandung. Di akhir adegan, dari pembicaraan terungkap sang lakon perempuan di-booking Rp 1 juta. Pada awal dialog, sang laki-laku sempat mengatakan selamat datang di Honeymoon kami. Kedua bintang syur tersebut hingga kini belum diketahui identitasnya. Pengambilan gambar itu sendiri diduga hanya menggunakan handycam biasa. Menurut Kapolresta, pihaknya terus akan melacak kebenaran informasi itu."Makanya, akan sangat membantu kalau ada yang menyimpan, atau rekan-rekanmedia yang sudah menemukannya bersedia menginformasikannya kepada kami.Penyelidikan oleh anggota kami akan lebih mudah," tuturnya.Pasal yang akan dikenakan nantinya tergantung dari motif sang pelakunanti. "Akan diselidiki nanti, apakah mereka itu pasangan suami istri yangmelakukan itu untuk koleksi pribadi, atau memang motifnya komersial dansengaja diedarkan ke publik. Atau mungkin ada orang iseng yangmengedarkannya. Kalau pasangan itu sengaja, akan dikenai pelanggaran UUAnti Pornografi," tambah AKBP Masguntur.
(dni/)











































