"Mungkin ada saja (kader PKS yang mendukung Jokowi), karena ini pilihan yang tidak matematik. Tapi kalaupun ada yang menyebrang, PKS akan bekerja bahkan untuk merekrut (pemilih) non PKS," ujar Hidayat Nur Wahid, kepada detikcom, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/8//2012).
Hal itu disampaikan menanggapi rumor adanya arus bawah PKS yang mendukung pasangan Jokowi-Ahok, meski DPP PKS telah menyatakan dukungan kepada pasangan Foke-Nara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau itu (dukungan kepada Jokowi) disampaikan secara terbuka dan terbukti tentu akan kami tindak. Tetapi kalau tidak ada bukti maka tidak bisa kami tindak," tegasnya.
Soal dukungannya terhadap Foke, ia menyatakan bahwa Foke telah meminta maaf atas perilaku bermasalah dengan PKS dan menyepakati untuk mengakomodasi program-program yang ditawarkan PKS. Termasuk Foke menyepakati akan menyelesaikan amanah sampai 2017 kalau terpilih.
"Kami memberikan dukungan tidak gratis, tetapi ada mahar berupa program. Kalau mahar itu artinya uang atau jabatan itu fitnah dan bukan sesuatu yang memberikan hasil yang positif," ucap Hidayat.
"Bukan hal yang berbeda ketika kami mendukung Foke, karena ketika kami mendukung Foke itu dengan sebuah persyaratan bahwa dia akan berkomitmen tidak korupsi, dan membangun good serta clean government," lanjutnya.
(/ndr)











































