"Tentu, kita berharap pihak rumah sakit dan kepolisian, segera menyerahkan jenazah almarhum supaya bisa secepatnya kita bawa ke Jakarta," kata adik kandung Marshal Basir, Iriadi Basir (55), kepada wartawan di kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda, Jl Palang Merah, Senin (27/8/2012) sore WITA.
Marshal Basir merupakan salah satu anak dari 5 bersaudara. Di keluarganya, almarhum meninggalkan 4 orang anaknya. Dalam kesehariannya, almarhum juga dikenal sangat baik dengan seluruh keluarga besar.
"Almarhum sangat baik, saudara-saudara, anak dan keponakannya. Kita hubungan keluarga sangat baik," ujar Iriadi yang tinggal di Pondok Cabe, Jakarta.
"Saya tahu berita kejadian pesawat itu dari televisi. Waktu itu saya masih di Padang, ada acara keluarga juga," sebutnya.
Menurut dia, mengingat profesi kakaknya sebagai pilot, hanya sering berkomunikasi melalui telepon. Kontak telepon terakhir dengan almarhum, dilakukan beberapa hari sebelum insiden nahas, Jumat (24/8/2012) pagi lalu.
"Saya ketemu terakhir dengan almarhum 2 minggu lalu. Satu hari sebelum lebaran, saat lebaran dan sesudah lebaran, saya masih kontak-kontak dengan kakak saya itu," tambahnya.
"Dengan musibah ini, keluarga tabah, sabar menerima kenyataan. Kembalikan kepada Allah SWT, kita keluarga menerimanya," terang Iriadi.
Pengamatan detikcom di kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Syachranie, sejak pagi tadi, Iriadi datang bersama anak-anak almarhum. Mereka dengan sabar menanti proses identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kaltim bersama dengan kelu
Seperti diberitakan, Wakapolda Kaltim Brigjen Rusli Nasution dalam keterangan resminya mengatakan, pesawat tersebut ditemukan di titik koordinat LT 117 derajat 16 menit 57,3 detik serta LU 00 derajat 12 menit 34,3 detik. Diduga kuat, pesawat menghantam bukit di Gunung Mayang, Kutai Timur.
Empat penumpang masing-masing Kapten Marshal Basir sebagai pilot serta 3 orang penumpang Suyoto (Security Officer/Kementerian Pertahanan), Peter John Elliot (GM Elliot Geophysics International/WNA Australia) serta Jandri Hendrizal (staf Elliot Geophysics International), ditemukan tewas terbakar. Saat ini, keempat jenazah tengah menjalani proses identifikasi tim DVI Polda Kaltim di RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda.
(mpr/mpr)











































