Konstruksi & Bangunan di Pelabuhan Muara Angke Sudah Mulai Ambles

Konstruksi & Bangunan di Pelabuhan Muara Angke Sudah Mulai Ambles

Prins David Saut - detikNews
Senin, 27 Agu 2012 17:56 WIB
Konstruksi & Bangunan di Pelabuhan Muara Angke Sudah Mulai Ambles
Jakarta - Sejumlah konstruksi dan bangunan yang terdapat di Pelabuhan Muara Angke Baru di Penjaringan, Jakarta Utara sudah terlihat mengalami penurunan atau ambles. Bangunan dan konstruksi ini sudah mulai terlihat sejak empat bulan lalu. Pelabuhan yang mulai dibangun pada tahun 2004 tersebut menunjukkan sejumlah keretakan di dermaga dan penurunan tanah di bangunan kantor pelabuhan.

Pantauan detikcom di lokasi, Senin (27/8/2012), di dalam komplek pelabuhan yang rencananya akan dibangun reseluas 3,4 hektar ini terlihat adanya keretakan dan penurunan di sejumlah titik. Pelabuhan yang dibangun sebagai akses menuju ke Kepulauan Seribu dengan biaya Rp 130 miliar ini pun belum sepenuhnya selesai, baru 7.500 meter persegi yang sudah selesai dibangun.

Kerusakan sudah tampak mulai dari dinding bangunan, terlihat retak-retak dan lantai yang ambles. Gedung dengan luas 400 meter persegi tersebut memiliki pintu utama yang terbuat dari kaca lebih dari 1,5 meter, terlihat ambles sedalam kurang lebih 5 hingga 10 sentimeter dengan panjang kira-kira satu meter dan lebar 30 sentimeter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam gedung terdapat sejumlah titik lantai keramik berwarna putih yang amblas sekitar 5 sampai 10 centimeter. Rata-rata lantai yang amblas berukuran 2x2 meter, setidaknya tiga titik lantai yang amblas lainnya berukuran 3x3 meter.

Di bagian dermaga, terdapat retakan sepanjang 50 meter yang melintang dengan lebar sekitar 3 sampai 8 centimeter. Bahkan ada retakan di dermaga sepanjang 5 meter yang memiliki keretakan selebar 12 centimeter.

Sejumlah bantalan karet penahan yang biasa digunakan untuk meredam tumbukan antara kapal yang berlabuh dengan dermaga juga sudah terendam air laut. Pot-pot di dermaga yang berukuran besar disatukan dengan kursi dari besi juga mengalami keretakan sehingga tidak lurus lagi.

Salah satu penumpang kapal yang berlabuh di pelabuhan tersebut mengaku khawatir dengan kondisi pelabuhan. "Ya takutnya kalau pas di sini lagi ramai penumpangnya, tahu-tahu roboh. Apa harus nunggu roboh dulu baru diperbaiki," ujar salah satu pengguna pelabuhan tersebut, Ari yang mengaku habis liburan di Pulau Pramuka di lokasi.

Saat dihubungi terpisah mengenai kondisi pelabuhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menyebutkan bangunan yang berdiri pada tahun 2010 tersebut mulai amblas karena abrasi. Pasalnya, tanah tempat pelabuhan tersebut berdiri merupakan hasil dari reklamasi.

"Ambles dan retak, itu karena kondisi alam, tanah tersebut terkena abrasi. Padahal kami sudah antisipasi, tapi ternyata abrasi masih terjadi. Nanti saya akan cek, dan segera diperbaiki," kata Udar saat dikonfirmasi.

(vid/riz)


Berita Terkait