Komisi III: Pemerintah Harus Pantau Daerah Rawan Konflik

Komisi III: Pemerintah Harus Pantau Daerah Rawan Konflik

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 27 Agu 2012 14:11 WIB
Komisi III: Pemerintah Harus Pantau Daerah Rawan Konflik
Jakarta - Komisi III DPR mendesak pemerintah secara rutin memantau daerah rawan konflik vertikal dan horizontal. Hal itu diperlukan agar penyerangan seperti yang terjadi di Sampang, Madura, tidak terjadi lagi.

"Pemerintah harus berinisiatif memantau daerah-daerah rawan konflik horizontal maupun vertikal, aktif bersama Pemda menggerakkan forum dialog dan kerja sama untuk meningkatkan budaya toleransi di daerah tersebut. Polisi harus meningkatkan peran intelijen untuk melaksanakan preventif dan preemtif guna antisipasi dini dan mencegah kekerasan terjadi," kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edy, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/8/2012).

Presiden SBY perintahkan jajaran penegak hukum mengusut tuntas kasus di Sampang, Madura. Siapa saja dan dari pihak mana pun yang terbukti terlibat dalam aksi yang memakan dua korban jiwa itu harus dihukum. "Kalau kesalahannya berat, maka hukumannya juga harus berat," tegas Presiden SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam keterangan seusai rakor polkam di Kantor Presiden, Senin (27/8/2012) pagi, dipaparkan bila korban jiwa saat ini ada dua orang dari satu sebelumnya. Sementera rumah milik warga yang dibakar, totalnya ada 35 buah.

Peristiwa yang meletus pada 26 Agustus 2012 siang itu adalah yang kedua. Dua kelompok massa yang sama juga terlibat bentrokan pada Desember tahun lalu, tapi tidak tuntas penyelesaiannya dan akhirnya menyebabkan kejadian susulan. Staff Khusus Presiden bidang Hubungan Masyarakat, Heru Lelono, memaparkan kronologi kejadian yang diperoleh dari Deputi V Menko Polhukam Irjen Pol Bambang Suparno. Aksi massa ini terjadi pada 26 Agustus 2012 pukul 11.00 WIB di kampung Nakernang desa. Karang Gayam, Omben, Sampang, Madura.

Peristiwa bermula dari sekelompok orang dari kelompok Tajul berniat ke Malang untuk bersilahturahim Idul Fitri. Namun berkembang isu mereka ke Pasuruan mendatangi seorang imam Syiah yang memicu kemarahan pihak Syuni sehingga menyerang membakar rumah milik kelompok Syiah. Aparat dari Brimob Polda Jatim mengerahkan 160 orang dan telah diperkuat 2 SSK Yon 500/R dari Kodim Sampang. Polres Sampang dan Brimob Polda. Jatim sedang menelusuri lokasi kejadian dan hutan di sekitar untuk mencari dan melacak korban dan pelaku.

(van/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini