"Setahu saya lho ya, saya tidak pernah mendengar nama itu," kata Hamim seraya menyebutkan bila belum pernah ada warga negara asing yang belajar di Ngruki.
Pernyataan tersebut disampaikan Hamim saat dikonfirmasi detikcom melalui telepon, Senin (27/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa yang bicara itu, silakan usut dan menanyakan ke pesantren. Kalaupun ada yang terlibat teror dan alumni dari kita tapi itu tidak ada hubungannya dengan pesantren," tegas Hamim.
Sebelumnya, Kepala BNPT Irjen Pol (Pur) Ansyaad Mbai menyebutkan pihaknya menemukan bukti baru mengenai kelompok yang melakukan dua kali aksi pengeboman di KBRI Paris pada 2004 dan 21 Maret 2012. Kelompok teror itu disebut-sebut merencanakan mengunjungi Pesantren Ngruki.
"Informasi yang terakhir kita dapatkan bahwa kelompok radikal Perancis ini akan ke Pesantren Ngruki," kata Kepala BNPT Irjen Pol (Pur) Ansyaad Mbai, saat dihubungi detikcom, Senin (27/8/2012).
Salvi juga disebut terkait dengan rencana teror kelompok Cibiru, Bandung, yang telah menyiapkan bom mobil. Namun kelompok Cibiru ini berbeda dengan Salvi.
"Kelompok Cibiru ini direkrut oleh Oman Abdurahman. Perekrutan justru ketika Oman berada di penjara," jelasnya.
Oman Abdurahman atau Abu Oman dikenal sebagai pemasok senjata api untuk kelompok teror. Pasokan senjata didapatkan Oman dari Filipina Selatan.
(ahy/nrl)










































